Aplikasi WhatsApp Rentan Disusupi Spyware

0
287
Aplikasi WhatsApp Rentan Disusupi Spyware
Foto : Ilustrasi (Tempo.co)

MOBILE,- Aplikasi WhatsApp berpotensi dimasuki spyware asal Israel. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI mengimbau pengguna segera memperbaharui Aplikasi WhatsApp ke versi terbaru untuk mencegah serangan spyware.

Pasalnya, tanggal 13 Mei 2019, Facebook sudah menerbitkan imbauan terkait celah keamanan Remote Code Execution (RCE) CVE-2019-3568 pada aplikasi WhatsApp.

Celah RCE CVE 2019-3568 itu memungkinkan spyware memanfaatkan fungsi panggilan telepon untuk menghubungi celah target. Selain itu, juga berpotensi melakukan instalasi malware secara otomatis.

BSSN meminta pengguna rutin memperbaharui aplikasi pada smartphone android. Soalnya, pembaharuan aplikasi samahalnya memperbaiki keamanan ponsel.

Dilansir dari beberapa sumber, celah keamanan melalui panggilan telepon WhatsApp awalnya dilaporkan oleh media Financial Times. Media tersebut mengungkapkan bahwa WhatsApp Call bisa disusupi spyware asal Israel.

Spyware tersebut diduga kuat milik perusahaan Israel bernama NSO Group. Spyware ini bisa menginvasi telepon WhatsApp pada versi Android maupun iOS. Invasi ini berpotensi mengambil data penting milik penggunanya.

Selain itu, spyware ini juga mampu menyusup ke panggilan telepon WhatsApp walaupun panggilan itu tidak dijawab penggunanya. Pada kasus tertenu, log panggilan telepon yang tidak terjawab bisa hilang sendirinya. Dengan kata lain, penggunanya tidak menyadari adanya panggilan telepon masuk.

Spyware ini kabarnya merupakan perangkat lunak atau software yang bertugas memata-matai aktifitas para pengguna internet. Fungsi spyware ini dianggap negatif seadainya dipakai untuk melihat atau mencuri data pengguna.

Daftar Versi WhatsApp yang Rentan Terinfeksi Spyware

Menindaklanjuti hal itu, pihak WhatsApp langsung menggulirkan versi aplikasi terbaru. Versi terbaru ini berisi perbaikan celah masuknya spyware.

Pihak WhatsApp juga mengimbau pengguna segera memperbaharui versi aplikasi WhatsApp terbaru. Hal itu demi menjaga sistem operasi perangkat tetap update. Termasuk mencegah potensi menjadi target serangan spyware jahat.

Berikut Daftar Versi WhatsApp yang Rentan Terinfeksi;

Aplikasi WhatsApp (Android) sebelum versi 2.19.134. WhatsApp Business sebelum versi 2.19.44. WhatsApp (iOS) sebelum versi 2.19.51. WhatsApp Business sebelum versi 2.19.51. WhatsApp (Windows Phone) sebelum versi 2.18.348. WhatsApp (Tizen) sebelum versi 2.18.15.

Spyware asal Israel ini dianggap sebagai software yang didesain untuk mengumpulkan data.Tugasnya memata-matai komputer ataupun perangkat seperti ponsel. Spyware ini kemudian mengirimkan data tersebut tanpa diketahui pemiliknya kepada pihak lain.

Data pengguna yang dicuri bermacam-macam. Mulai data yang paling sederhana sampai data rahasia seperti PIN, password, dan nomor kartu kredit.

Spyware ini juga mengumpulkan alamat email, memantau tombol keyboard yang ditekan, kebiasaan browsing, serta memantau pergerakan korban dari GPS perangkat.

Kaspersky Lab, dalam keterangan resminya, mengategorikan spyware ini ke dalam empat bagian. Pertama trojan, tracking cookies, adware, dan system monitor.

Trojan spyware berfungsi menginfeksi komputer dalam bentuk trojan malware. Adware spyware bertugas menyusupkan iklan ke dalam perangkat.Termasuk berfungsi sebagai spyware untuk memantau aktifitas komputer serta perangkat .

Tracking cookies yakni file pada penyimpanan, berfungsi memantau pergerakan pengguna di internet. Cara ini dimanfaatkan situs pengguna tracking cookies untuk menggunakan data tersebut.

Sedangkan system monitor berfungsi memantau aktifitas di komputer dan merekam data-data sensitif. Diantaranya situs yang dikunjungi, tombol keyboard yang ditekan, email dan lainnya.

Karena masalah kerentanan keamanan inilah, BSSN memberikan perhatian lebih. BSSN berharap pengguna secepatnya memperbaharui aplikasi WhatsApp ke versi terbaru. ***

ADVERTISEMENT
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here