Dibanding iPhone Kini HP Android Lebih Sulit Dibobol

0
86
Dibanding iPhone Kini HP Android Lebih Sulit Dibobol

Texno.ID, Jakarta – Dibanding iPhone Kini HP Android Lebih Sulit Dibobol. Beberapa waktu belakangan ini banyak berita perihal pemerintah Amerika Serikat yang meminta vendor smartphone seperti Apple untuk membuka backdoor supaya bisa mengakses data milik pengguna yang disimpan di iPhone.

Data yang diambil dari smartphone itu bisa sangat berguna untuk mengungkap pelaku kejahatan, terorisme dan lain-lain. Tapi biasanya data tersebut disimpan dan dilindungi oleh enkripsi.

Tapi, berdasarkan laporan terbaru dari Vice yang dikutip TexnoID dari Android Authority, Jumat (31/1/2020) penegak hukum di AS rupanya tetap dapat membobol smartphone milik pelaku kriminal tanpa bantuan dari vendor. Mereka biasanya memakai teknologi yang ditawarkan oleh Cellebrite yaitu Grayshift atau MSAB.

Dibanding iPhone Kini HP Android Sulit Dibobol

Namun, saat ini rupanya smartphone Android lebih sulit untuk dibobol menggunakan teknologi tersebut dibanding iPhone. Hal itu diungkap oleh Detektif Rex Kiser yang bertugas melakukan pemeriksaan forensik digital untuk Kepolisian Fort Worth.

“Setahun yang lalu kita tidak dapat untuk membobol sebuah iPhone, tetapi kita bisa memasuki semua smartphone Android. Kini kita tidak bisa masuk ke banyak smartphone Android,” ujar Kiser kepada Vice.

Salah satu perusahaan yang teknologi pembobolnya paling banyak dipakai oleh otoritas yaitu Cellebrite. Alat yang dikembangkan Cellebrite dapat membobol semua jenis iPhone, hingga iPhone X.

Alat itu bisa menarik data seperti catatan GPS, pesan, log panggilan, kontak, ataupun bahkan data dari aplikasi spesifik seperti Instagram, Twitter, LinkedIn serta lain-lain.

Sementara itu, alat buatan Cellebrite justru kesulitan membobol enkripsi serta mengeruk data dari smartphone Android. Contohnya, alat itu tidak mampu mendapatkan data media sosial, browsing atau GPS dari Google Pixel 2 serta Samsung Galaxy S9. Bahkan di Huawei P20 Pro, alat buatan Cellebrite tidak dapat mendapat data apapun.

“Beberapa sistem operasi yang lebih baru lebih sulit untuk mendapatkan data,” ungkap Kiser.

“Saya pikir banyak dari perusahaan seluler tersebut hanya berusaha untuk mempersulit penegak hukum mendapatkan data dari seluler … dengan kedok privasi konsumen,” terangnya.

Jika kalian memiliki dua smartphone Android yang disebutkan di atas, atau bahkan yang lebih baru, bukan berarti smartphone kalian benar-benar aman dari pembobolan.

Walau Cellebrite tak bisa digunakan, penegak hukum atau orang yang berniat jahat tetap dapat mengeruk data dari smartphone kalian, tapi prosesnya menjadi lebih lama dan lebih sulit. Bahkan smartphone anyar seperti iPhone 11 Pro Max juga tetap dapat dibobol. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here