Google Bentuk Tim Khusus Bertugas Menangkal Konten Negatif

0
88
Google Bentuk Tim Khusus Bertugas Menangkal Konten Negatif

Jakarta, Texno.ID, — Google Bentuk Tim Khusus Bertugas Menangkal Konten Negatif. Kantor Perwakilan Google di wilayah Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus. Yaitu bertugas untuk menangkal konten negatif yang beredar di platform mereka seperti Youtube.

Hal tersebut disampaikan Head of Corporate Communication Google Indonesia, Jason Tedjasukmana saat ditanya soal Peraturan Pemerintah. Yaitu tentang Penyelenggaraan Sistem serta Transaksi Elektronik Nomor 71 Tahun 2019.

Tidak hanya sekadar menyaring konten negatif, peraturan itu juga menetapkan denda yang mesti dibayar oleh perusahaan digital Penyedia Sistem Elektronik (PSE). PSE yang kedapatan mempunyai konten pornografi di dalam layanannya, maka akan langsung didenda sebesar Rp100 juta per konten.

Google Bentuk Tim Khusus Bertugas Menangkal Menurunkan konten negatif

“Ada [tim khusus yaitu bertugas untuk menurunkan konten negatif], kombinasi antara manusia serta machine learning. Sudah banyak yang melanggar dan kemudian diturunkan sebelum ada orang yang melihat, sistem kita sudah sangat canggih,”. ujar Jason dalam acara ‘2019 Year in Search Indonesia’ di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (20/12) malam.

Menjelaskan tentang arti dari konten negatif, Jason mengungkapkan bahwa sebetulnya Google telah merilis pedoman terkait konten apa saja yang diperbolehkan berada di dalam layanan keluarga Alphabet Inc.

Maka dari itu, jika pengguna menemukan konten yang tak sesuai pedoman Google, dipersilakan untuk melaporkan konten itu.

“Sebenarnya kita sudah ada pedoman juga, jadi kalau ada konten yang tidak menyenangkan maka siapa saja bisa melaporkan baik di Youtube, Search dan Maps. Pasti kami akan menurunkan konten apa saja yang melanggar aturan,” tutur Jason.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktur Jenderal Aplikasi Informatika menegaskan akan menjatuhkan denda. Yaitu kepada PSE jika kepergok menampilkan konten pornografi. Besaran dendanya Rp100 juta per konten.

“Sanksi sebelumnya tak ada (di PP No 82 Tahun 2012), hanya langsung blokir. Sekarang ada sanksi administrasi, bisa denda serta blok, pemutusan sementara, atau dikeluarkan dari list artinya permanen tak dapat diakses dari Indonesia,”. ujar Ditjen Aptika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan saat berbincang di kantor Kemenkominfo, Jakarta pada 2 Desember lalu.

Nantinya Kemenkominfo akan mengerahkan mesin Automatic Identification System (AIS) untuk berpatroli. Sebab, selama ini mesin AIS bertugas untuk mengais konten negatif di media internet.

Namun, penanganan berbeda ada konten semacam ujaran kebencian serta radikalisme, tak langsung didenda namun dilakukan review terlebih dulu. Oleh Kemenkominfo pihak PSE akan diberikan waktu untuk segera melakukan peninjauan.

“Kami memberitahukan mereka ini bahwa ada konten mengarah ke ujaran kebencian, tolong di-review segera. Kami beri batas waktu sampai berapa lama mereka meresponnya,” tutur Semuel.

Aturan ini akan mulai dijalankan 10 Oktober 2020. Saat ini pihak Kominfo tengah mensosialisasikan aturan itu ke PSE.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here