Inovasi IBM Ciptakan Baterai Berbahan Air Laut, Ramah Lingkungan

0
56
Inovasi IBM Ciptakan Baterai Berbahan Air Laut, Ramah Lingkungan

JAKARTA, TEXNO.ID, – Inovasi IBM Ciptakan Baterai Berbahan Air Laut, Ramah Lingkungan. IBM melakukan terobosan inovasi dengan membuat baterai dengan berbahan dasar dari olahan air laut. Teknologi baru tersebut tentu berseberangan dengan teknologi baterai saat ini. Yaitu yang menggunakan cobalt sebagai bahan utama. Hal tersebut membuat permintaan cobalt meningkat, seiring dengan meningkatnya pasar mobil elektrik.

Bukan hanya menggunakan bahan yang ramah lingkungan, IBM juga mengklaim bahwa hasil inovasinya itu bisa mengalahkan performa baterai lithium. Yaitu pada urusan biaya produksi, pengisian daya, hingga efisiensi energi.

Secara teknis, IBM Research mencatat bahwa kepadatan energi pada baterai barunya itu mencapai 10.000 W/L. Yaitu jauh lebih tinggi dari lithium ion. Sedangkan durasi pada pengisian baterainya pun hanya butuh waktu 5 menit untuk mengisi baterai ponsel hingga 80%.

Inovasi IBM Ciptakan Baterai Berbahan Air Laut. Dibantu Berbagai Pihak

Namun, IBM tak bekerja sendiri dalam proses pembuatan baterai berbahan air laut ini. Melainkan turut dibantu oleh Mercedes Benz, penyuplai elektrolit baterai Central Glass, serta pembuat baterai Sidus agar baterai ini dapat diproduksi untuk keperluan komersial.

Hanya, perlu dicatat bahwa baterai itu merupakan prototipe pertama, sehingga memerlukan masa percobaan selama satu tahun. Jeff Welser selaku VP IBM Research juga mengungkapkan, mereka belum tentu menjual baterai ini kepada konsumen.

“Banyak material yang terdapat baterai, termasuk nikel serta cobalt, mempunyai dampak buruk bagi lingkungan dan manusia. Cobalt contohnya, yang banyak tersedia di Afrika Tengah, tengah bermasalah karena praktik penambangan yang tidak bertanggung jawab serta terlalu eksploitatif,”. Ujar salah seorang peneliti di IBM, Young-hye Na seperti dikutip dari laman Texno ID, Senin (23/12/2019).

“Dengan menggunakan tiga buah materai baru tersebut, yang sebelumnya belum pernah dipakai pada baterai, tim kami di IBM Research sudah menemukan material baru untuk baterai yang tidak menggunakan logam berat ataupun bahan lain yang bermasalah,” pungkasnya.

Langkah IBM dengan berinovasi yaitu dengan membuat baterai dari air laut sendiri didorong oleh jumlah cobalt yang kian berkurang akibat permintaan baterai yang terus meningkat drastis. Sehingga ditakutkan bahan tambang tersebut akan habis dan menjadi komoditas yang langka. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here