Jaringan Internet 6G Diluncurkan 2030 dengan Teknologi Lebih Canggih

218
Jaringan Internet 6G Diluncurkan 2030 dengan Teknologi Lebih Canggih
Ilustrasi Jaringan Internet 6G Diluncurkan 2030. Foto: Ist/Net

Texno.ID –  Jaringan internet 6G diluncurkan 2030 menjadi rencana pembangunan oleh Nokia yang merupakan perusahaan jaringan telekomunikasi berpusat di Finlandia.

CEO Nokia, Pekka Lundmark, menyampaikan sendiri rencana pembangunan ini. Ia mengharapkan bahwa jaringan seluler 6G dapat beroperasi pada akhir dekade.

Saat ini jaringan 5G memang sudah meluncur. Akan tetapi baru berapa negara di dunia yang menikmati jaringan 5G tersebut.

Nokia Prediksi Jaringan Internet 6G Diluncurkan 2030

Internet yang cepat tentunya menjadi dambaan. Anda mungkin dapat merasakan bahwa internet saat ini lebih cepat daripada dulu.

Hal itu memang terjadi karena ada perkembangan internet. Jaringan internet yang hadir saat ini adalah 4G dan 5G yang memiliki kecepatan download upload cukup tinggi.

Baru saja memasuki era 5G, bos Nokia sudah membeberkan rencananya untuk menciptakan jaringan 6G. CEO Nokia, Pekka Lundmark menyampaikan rencananya ini di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss.

Lundmark mengatakan bahwa ia memperkirakan 6G akan mulai masuk ke pasar komersial pada sekitar tahun 2030 mendatang atau akhir dekade.

Namun, Lundmark menambahkan bahwa pada saat itu jaringan 6G belum dapat smartphone gunakan.

Alternatif Smartphone di Masa Depan

Berkantor pusat di Finlandia, Nokia perusahaan membangun jaringan telekomunikasi yang memungkinkan ponsel dan perangkat lain pendukung internet untuk dapat berkomunikasi satu sama lain.

Lundmark berpikir bahwa dunia akan segera beralih dari smartphone menuju penggunaan kacamata pintar dan perangkat lain di wajah. Ia mengatakan bahwa itu akan terjadi sebelum jaringan internet 6G diluncurkan 2030.

“Pada saat itu, pasti smartphone yang seperti sekarang ini kita kenal tidak akan lagi menjadi antarmuka paling umum” ujar Lundmark.

Lebih lanjut, Lundmark tidak menyebutkan dengan jelas apa yang ia maksudkan. Tetapi, sejumlah perusahaan, seperti Neuralink milik Elon Musk tengah bekerja untuk menciptakan perangkat elektronik yang tertanam di dalam otak untuk komunikasi dengan mesin dan manusia lain.

Di sisi lain, raksasa teknologi milik AS seperti Googe, Meta, dan Microsoft tengah mengerjakan headset augmented reality baru yang suatu hari dapat menggantikan smartphone.

Berbicara di panel yang sama, CFO Gogle Ruth Porat mengatakan bahwa mereka percaya bahwa augmented reality akan memberi banyak keuntungan. Salah satu keuntungan besar yang akan augmented reality berikan sebenarnya adalah untuk memecah masalah di Bumi.

Augmented Reality nantinya akan memiliki kacamata dan mampu menerjemahkan secara singkat saat penggunanya sedang berbicara.

Google sebelumnya juga sudah meluncurkan headset AR yang menjadi Google Glass. Tetapi, akhirnya mereka manik perangkat tersebut kembali karena gagal mendapatkan daya tarik.

Selain itu, para pemimpin teknologi juga membahas mengenai peluang dan tantangan yang akan Metaverse hadirkan dalam kehidupan.

Pada saat jaringan internet 6G diluncurkan 2030, Lundmark mengatakan bahwa dirinya yakin akan ada kembaran digital yang akan membutuhkan sebuah sumber daya komputasi cukup besar.

“Untuk mentransmisikan semua bit komputer yang Metaverse butuhkan, jaringannya harus mencapai 100 kali atau bahkan 1.000 kali lebih cepat dari saatini” pungkas Lundmark dalam pernyataan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Hingga saat ini, Indonesia mayoritas masih menggunakan jaringan internet 4G dan 4.5 G. Beberapa waktu belakangan, pemerintah tengah giat melakukan perencanaan pembangunan internet 5G di Indonesia.

Akan tetapi, hal tersebut tentu saja baru dapat terlaksana ketika jaringan 4G saat ini sudah merata di seluruh wilayah. Lebih dari itu, tidak menutup kemungkinan bahwa jaringan internet 6G diluncurkan 2030 akan mempengaruhi Indonesia juga di masa depan, meski sedikit terlambat.