Jual Data Browsing Internet Pengguna, Antivirus Avast Dilaporkan

0
80
Jual Data Browsing Internet Pengguna, Antivirus Avast Dilaporkan

Texno.ID, – Jual Data Browsing Internet Pengguna, Antivirus Avast Dilaporkan. Perusahaan software antivirus yang berasal dari Cekoslovakia, Avast dilaporkan telah menjual data tentang kebiasaan browsing internet para penggunanya, melalui anak perusahaan Avast bernama Jumpshot.

Software itu tampaknya melacak ‘klik’ serta pergerakan pengguna di seluruh situs internet. Serta mengumpulkan data tentang hal-hal yang dilakukan pengguna di internet.

Hal tersebut termasuk apa yang diketik pengguna di Google serta Google Maps. Profil LinkedIn siapa yang dibuka, video apa yang ditonton di YouTube, hingga situs web ‘dewasa’ apa yang seringkali diakses pengguna.

Data yang terkumpul kemudian dikemas ulang serta dijual oleh Jumpshot. Berdasarkan situs web resminya, Jumpshot mengungkapkan dapat mengirimkan data tersebut melalui internet.

Menurut penyelidikan oleh Motherboard sertaPCMag, beberapa pelanggan Jumpshot yang membeli data tersebut antara lain yakni Google, Yelp, Microsoft, Pepsi, Sephora, Home Depot, Intuit serta yang lainnya.

Sebagaimana dihimpun serta dikumpulkan oleh tim redaksi Texno.ID dari situs Cnet, Selasa (28/01/2020) dalam pernyataan yang dikirim melalui e-mail, Senin (27/1/2020). Bahwa juru bicara Avast mengungkapkan Jumpshot tak menjual informasi identifikasi pribadi, termasuk nama, alamat e-mail atau detail kontak.

Sedangkan para pengguna juga memiliki hak yang sama untuk memilih opsi untuk berbagi data dengan Jumpshot atau tidak.

“Pada bulan Juli tahun 2019, kami sudah mulai dengan menerapkan sebuah pilihan opt-in ( pengumpulan data) yang eksplisit untuk semua unduhan baru AV kami. Juga kami sekarang juga mendorong pengguna gratis kami yang ada untuk membuat pilihan opt-in atau opt-out,” ujar Jumpshot.

Meskipun demikian, pihak Avast menanggapi hal itu dengan serius serta akan bertanggung jawab untuk menyeimbangkan privasi penggunanya.

Jual Data Browsing Internet Pengguna, Dikumpulkan melalui pesan pop-up

Avast seperti dilaporkan telah meminta para penggunanya untuk ikut andil dalam pengumpulan data melalui pesan pop-up di software lunak antivirus yang terpasang di komputer pengguna.

Namun, beberapa pengguna mengungkapkan kepada Motherboard bahwa mereka tak menyadari bahwa data browsing mereka kemudian dijual. Bagian kebijakan privasi perusahaan Avast juga mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah berdasarkan persetujuan.

Menurut Avast, data pribadi pengguna dipakai untuk membuat sebuah set data tanpa identitas. Yaitu yang diberikan kepada Jumpshot untuk membuat produk serta layanan tren analitik.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here