Lewat Peta Online Ini Bisa Pantau Persebaran Virus Corona

0
207
Lewat Peta Online Ini Bisa Pantau Persebaran Virus Corona

Texno.ID, – Lewat Peta Online Ini Bisa Pantau Persebaran Virus Corona. Sejak pertama kali muncul ke permukaan pada akhir 2019 lalu, virus corona dari Wuhan, China, sudah menyebar ke berbagai negara. Yaitu termasuk yang berada di wilayah Asia Tenggara.

Lewat Peta Online Ini Dapat Pantau Sebaran Virus Corona

Untuk membantu publik dalam mengamati penyebaran virus mematikan tersebut, Center for Systems Science and Engineering (CSSE). Yaitu dari Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins membuat sebuah peta online yang dapat diakses melalui peramban.

Peta CSSE menampilkan negara-negara serta kota-kota di seluruh dunia di mana terdapat kasus dugaan infeksi virus Corona. Berikut kasus yang sudah positif terkonfirmasi.

Lokasi kasus virus Corona ditandai lingkaran dengan dua warna berbeda serta ukuran bervariasi, tergantung status konfirmasi serta skalanya.

Lingkaran warna merah untuk wilayah yang sudah positif mencatat kasus infeksi virus Corona, sedangkan lingkaran warna kuning untuk wilayah tempat kasus yang belum terkonfirmasi.

Ukuran lingkaran mengindikasikan jumlah kasus di wilayah tersebut.

“Data kasus yang divisualisasikan diambil dari berbagai sumber, termasuk WHO, CDC Amerika Serikat, CDC China (CCDC), NHC, serta Dingxiangyuan,”. tulis Lauren Gardner dari CSSE dalam sebuah postingan blog berisi pengumuman soal peta ini.

Dingxiangyuan merupakan situs yang mengagregasikan laporan dari NGC (National Health Commission, China). Dan CDC (Center for Disease Control and Prevention) China, serta karena itu digunakan sebagai basis laporan di peta untuk wilayah Negeri Tirai Bambu.

Data kasus di Amerika Serikat (terkonfirmasi serta dugaan) berasal dari CDC, sementara data untuk wilayah dunia selebihnya diambil dari WHO.

Salah Satu Alat Pemantauan

CSSE menyebutkan bahwa peta interaktifnya diperbarui secara harian serta bersifat real-time.

Dari pantauan Texno.ID , Jumat (24/1/2020), data yang ditampilkan mungkin tak selalu up-to-date, tergantung waktu pembaruan terakhir.

Jumlah infeksi positif virus Corona hingga pagi ini tercatat sudah mencapai 844 kasus dengan korban meninggal yaitu sebanyak 25 orang.

Sementara, data di peta CSSE masih menunjukkan infeksi positif 653 kasus dengan 18 kematian. Untuk pembaruan terakhir tanggal 23 Januari 2020 pukul 12.00 PST atau 24 Januari 2020 pukul 03.00 WIB.

Kemudian, menurut peta, di Malaysia masih tercatat empat kasus dugaan infeksi virus corona.

Dalam perkembangan terbaru beberapa jam lalu, Kementerian Kesehatan Malaysia sudah menyatakan bahwa keempat kasus tersebut bukan infeksi virus corona.

Oleh karena itu, peta dari CSSE mungkin sebaiknya dipandang sebagai salah satu alat untuk memantau penyebaran virus corona di seluruh dunia. Dan bukan sebagai acuan yang absolut.

Virus corona dari Wuhan sendiri merupakan jenis baru dari keluarga coronavirus yang secara resmi dinamai sebagai Novel Coronavirus (2019-nCoV) oleh WHO.

Virus yang masih berkerabat dengan virus Middle Eastern Respiratoru Syndrome (MERS-CoV) serta virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) itu menyerang saluran pernafasan serta menyebabkan pneumonia (infeksi paru).

Penularannya diduga dapat terjadi langsung antar manusia, kemungkinan melalui cairan tubuh yang tersebar di udara setelah penderitanya batuk atau bersin.

Lantaran sudah positif terdeteksi hingga ke Singapura, Kementerian Kesehatan Indonesia telah bersiaga dengan menyiapakan thermal scanner di 135 pintu masuk negara. Yaitu untuk mendeteksi suhu tubuh orang yang kemungkinan mengidap infeksi virus corona.

Dalam perkembangan tebaru, Novel Coronavirus sudah terdeteksi di 10 negara, yaitu China, Makau (China daratan, daerah administrasi khusus), Thailand, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Singapura, Filipina, Korea Selatan, serta Vietnam. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here