Mahasiswa UGM Ciptakan Mouse DC Untuk Difabel

0
43
Mahasiswa UGM Ciptakan Mouse DC Untuk Difabel

TEXNO.ID, SLEMAN — Mahasiswa UGM Ciptakan Mouse DC Untuk Difabel. Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi mouse untuk penyandang disabilitas daksa. Alat yang dinamai Difabel Care (DC) Mouse ini bertujuan untuk memudahkan operasional komputer.

Mahasiswa UGM Ciptakan Mouse yang dirancancang untuk memudahkan disabilitas daksa

Salah satu pengembangnya yaitu Devita Ayuni Kusumaningsih, DC Mouse hadir dalam bentuk optical mouse. Desainnya memang dibuat khusus bagi penyandang disabilitas daksa bagian tangan.

“Menyerupai sandal yang dipakai di kaki dengan ukuran yang telah disesuaikan antropometri kaki manusia Indonesia menggunakan persentil 95,” ungkap Devita.

Devita mengembangkan mouse ini bersama rekan-rekannya di Fakultas Teknik UGM di bawah bimbingan Dosen Dawi Karomati Baroroh. Ada Muhammad Zhafran Haidar Muttaqin serta Akhmad Adham Nur Husaen.

Pengembangan mouse ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap para penyandang disabilitas daksa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi. Padahal, digitalisasi seharusnya memudahkan.

Sayangnya, media input komputer saat ini belum mampu mengakomodir kebutuhan penyandang disabilitas daksa. Salah satunya, bentuk mouse yang belum bisa mengakomodir kebutuhan mereka.

Misal, pelukis kanvas tanpa tangan asal DIY yang terbiasa aktivitas menggunakan kaki. Seharusnya, kehadiran komputer memudahkan orang itu, tapi hingga kini kebutuhannya belum terakomodir.

“Dari situlah kami berinovasi mengembangkan DC Mouse yang diharapkan dapat membantu mereka agar mudah mengakses komputer. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas mereka,” tutur Devita.

DC Mouse didesain dengan empat fitur utama. Ada klik kanan, klik kiri, drag serta scroll. Dirancang menggunakan bahan Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) serta kulit sintetis yang membuatnya nyaman.

Desain dibuat dengan bantuan Software Autodesk Inventor serta mencetak prototipe menggunakan 3D printer. Dirakit dengan komponen elektronis dari sensor optik yang dihubungkan USB tranceiver ke komputer.

Zhafran menerangkan, pengujian terhadap responden menunjukkan DC Mouse mampu dioperasikan dengan akurasi ketepatan pointer maksimal 100 persen. Lalu, efisiensi 20 persen serta jumlah klik 5,3 kali per detik.

Sedangkan, dalam tiga kali replikasi, didapatkan rata-rata ketepatan yaitu 49 persen, efisiensi 24 persen, jumlah klik 3,7 klik per detik serta jumlah scroll 400 pixel per detik. Hasil itu menegaskan kelayakan.

“Namun, teknologi ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut sebelum menuju tahap komersialisasi,” imbuh Zhafran.

Teknologi DC Mouse sendiri merupakan luaran dari PKM-KC yang digelar Kemenristekdikti. Produk ini sukses memperoleh dana hibah serta lolos ke Pimnas ke-32 yang akan digelar di Universitas Udayana.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here