Perbedaan Harga Canon G7X Mark III dan Mark II di Indonesia

0
98
Perbedaan Harga Canon G7X Mark III dan Mark II di Indonesia

Texno.ID, – Perbedaan Harga Canon G7X Mark III dan Mark II di Indonesia. Menjelang akhir tahun lalu, PT Datascrip selaku distributor produk-produk Canon mulai memasarkan kamera saku premium yaitu PowerShot G7X Mark III di Indonesia.

Perbedaan Harga Canon G7X Mark III dan Canon G7X Mark II

Perangkat itu dibanderol seharga Rp 9.900.000, lebih mahal dibandingkan pendahulunya yaitu G7X Mark II, yang dijual Rp 7.500.000 pada saat pertama kali dipasarkan pada 2016.

Di balik harga yang lebih tinggi tersebut, Canon menambah sejumlah fitur baru yang menambah kegunaan dari G7X Mark III dibanding Mark II.

Berikut ini di antaranya, berdasarkan penelusuran Texno ID terhadap kedua kamera tersebut.

Microphone Input

Berbeda dari kamera pendahulunya yang hanya mengandalkan mikrofon internal, G7X Mark III kini dibekali input mikrofon berupa jack audio 3,5mm.

Konektor itu memungkinkan pengguna G7X Mark III menambah berbagai macam mikrofon eksternal untuk meningkatkan kualitas rekaman suara, mulai dari jenis shotgun hingga clip on.

Kamera itu pun jadi lebih mumpuni untuk digunakan merekam video, termasuk ketika vlogging. Masalah seperti wind noise, ambience noise, serta jarak pembicara yang terlalu jauh bisa diatasi dengan mikrofon eksternal.

G7X Mark III tak memiliki hotshoe, tetapi mikrofon bisa ditempatkan di samping kamera dengan membeli aksesori plate cold shoe yang banyak dijual di pasaran.

Selain itu, G7X Mark III turut menyediakan pengaturan level audio secara manual untuk membantu perekaman dari mic yang tak memiliki fitur ini.

USB type-C

Canon mengganti konektor micro USB pada G7X Mark II menjadi USB tipe C pada G7X Mark III. Port itu bisa digunakan untuk mengisi baterai kamera dengan powerbank atau charger ponsel.

Namun, ada syarat yang mesti dipenuhi, yaitu pengguna mesti memakai kabel USB tipe C ke USB tipe C dengan dukungan standar USB Power Delivery (PD). Demikian juga powerbank atau charger yang mesti mendukung USB PD.

G7X Mark III tetap dapat dioperasikan selagi baterainya diisi lewat kabel USB tipe-C.

4K dan Slow Motion

Kemampuan video G7X Mark III turut ditingkatkan serta kini telah mendukung resolusi hingga 4K (3.840 x 2.160) 25/ 30 FPS tanpa crop. Serta perekaman slow motion di resolusi Full-HD (1.920 x 1.080) 100/ 120 FPS.

Video direkam dalam format MP4. Durasi maksimum untuk tiap klip yaitu 9 menit 59 detik untuk 4K dan 29 menit 59 detik untuk Full-HD.

Canon turut menyematkan fitur Dynamic IS untuk meredam goyangan saat merekam video, misalnya ketika kamera digunankan sambil berjalan. Terdapat tiga tingkat setting, yaitu“Low”, “Standard”, serta “High”.

Semakin tinggi setelannya, video akan semakin bebas goyangan, tetapi juga mengalami crop yang lebih besar. Serta kualitas gambar pun menurun dengan menjadi lebih soft.

Video Vertikal & Live Streaming

Dua fitur itu mengesankan usaha Canon untuk merangkul konsumen dari kalangan pengguna ponsel penggemar media sosial.

G7X Mark III bisa menyematkan informasi ke file video apabila perekaman dilakukan secara vertikal. Dengan demikian, ketika ditransfer ke smartphone, video akan otomatis diputar dalam orientasi portrait sehingga dapat langsung diunggah ke medsos seperti Instagram Stories.

Pengguna juga dapat melakukan live streaming YouTube lewat G7X Mark III dengan menyambungkan kamera ke smartphone.

Sebelum dapat melakukan siaran langsung, pengguna mesti membuat akun dulu di layanan Canon Image Gateway agar dapat terhubung ke akun YouTube. Video bisa disiarkan dalam resolusi Full HD serta membutuhkan kecepatan internet setidaknya 6 Mbps.

Grip Lebih Besar

Perubahan yang satu ini mungkin terdengar sepele, tetapi terasa kentara saat kamera berada di tangan.

G7X Mark III memiliki bentuk grip yang mirip dengan Mark II, tetapi ukurannya lebih besar serta lebih mantap saat digenggam.

Selain hal-hal di atas, Canon turut menerapkan beberapa perubahan atau komponen baru lain. Misalnya bagian control ring di sekeliling lensa kini tak menyediakan pilihan untuk gerakan dengan atau tanpa klik.

Prosesor gambar G7X Mark III diperbarui menjadi Digic 8. Rentang sensitivitasnya ISO 125 hingga 12.800 (native).

Bagian penangkap gambar masih sama dengan sebelumnya, yaitu sensor 1 inci 20 MP stacked CMOS dengan lensa zoom 24-100mm (ekuivalen full-frame) berbukaan f/1.8-2.8. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here