SSL Menjadi Pelindung Utama Website dari Serangan Hacker

0
73
SSL Menjadi Pelindung Utama Website dari Serangan Hacker

TexnoID, – SSL Menjadi Pelindung Utama Website dari Serangan Hacker. Pada Juli 2018, Google Chrome mulai menandai situs URL dengan awalan HTTP dengan tanda “not secure”.

Hal itu dilakukan Google untuk mendorong pemilik website (baik developers, pemilik bisnis, ataupun blogger) dalam mengembangkan website yang aman untuk diakses semua orang.

SSL Menjadi Pelindung Utama Website dari Ancaman Hacker

Tanda “s” atau secure pada tautan URL menandakan sebuah website yang terenkripsi. Website yang terenkripsi, memastikan informasi serta komunikasi yang terjalin antara pengunjung serta pemilik website. Yaitu dapat tersimpan dengan aman serta mengurangi kemungkinan pencurian data oleh hacker.

Ketika bisnis terus berprinsip seperti itu, tidak hanya bisnis yang dirugikan akan tetapi keamanan data pengunjung website juga menjadi taruhannya.

Menanggapi hal itu, Niagahoster bekerja sama dengan Sectigo dan WebNic secara fokus membahas isu keamanan pada website dalam konferensi website pertamanya di Indonesia.

Konferensi bertajuk WebSight Conference 2020 itu menghadirkan praktisi serta pakar website security dari Niagahoster, Tiket.com, Webnic, dan firma website security ITSEC Asia.

Sementara itu, The Verge pada Februari 2018 sempat menyampaikan bahwa Google ingin HTTPS menjadi web default atau situs standar untuk dikembangkan.

Setelah anjuran itu dikeluarkan, Chrome mencatat sebanyak 81 dari 100 situs teratas telah bermigrasi ke HTTPS.

Salah satu cara sederhana membuat laman website terenkripsi yaitu dengan meng-install Security Socket Layer (SSL). Teknologi SSL tersebut mengamankan transaksi serta data-data di dalam website. Seperti nomor kartu kredit, alamat rumah, nomor pons, serta password.

Sertifikat SSL merupakan teknologi sederhana untuk mengamankan website di lapis pertama. Hal itu juga sesuai dengan yang disampaikan Rhevin Fardhika, Lead Sys Admin Niagahoster. Website dengan SSL lebih baik dari sisi kecepatan.

“Menurut pihak Google, 53 persen pengguna ponsel akan meninggalkan sebuah website bila website tidak tertampil selama lebih dari 3 detik. Penggunaan SSL ini juga bisa mempercepat loading website,” ujar Rhevin di kawasan Tebet, Sabtu (11/1/2020).

Dalam acara itu, para pembicara juga memberikan edukasi untuk pengunjung website, mengingat banyaknya ancaman data yang dapat “terendus”. Serta bocor ke pihak-pihak lain untuk disalahgunakan.

“Saat ini semua orang bergantung dengan internet. Orang dengan mudah login ke public wifi, tanpa mengetahui kita sedang memberikan data pribadi kita (saat melakukan aktivitas itu),”. pungkas Dwiki Kusuma, IT Security Consultant ITSEC Asia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here