Startup Chatbot Kata.ai Cari Pendanaan Rintis Produk Anyar

0
23
Startup Chatbot Kata.ai Cari Pendanaan Kembangkan Produk Baru

Texno.ID, – Startup Lokal Chatbot Kata.ai Cari Pendanaan Rintis Produk Anyar. Startup teknologi, Kata.ai mengembangkan sebuah layanan percakapan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence/AI alias chatbot terintegrasi. Perusahaan pun tengah mencari pendanaan saat ini.

Solusi chatbot terintegrasi ini disebut Integrated Conversational Platform. Mitra Kata.ai bisa menerapkan layanan percakapan dengan perintah berupa teks ataupun suara. Dan bahkan terhubung langsung ke aplikasi WhatsApp.

Karena layanannya terintegrasi, Kata.ai menyebut produk tersebut sebagai one stop solution. “Kami melihat di Indonesia belum ada teknologi yang menyediakan bahasa Indonesia secara natural bahkan sampai bahasa sehari-hari,” ungkap Co-founder sekaligus CEO Kata.ai Irzan Raditya di Jakarta, Selasa (5/11).

Kata.ai mengembangkan AI yang memungkinkan chatbot memahami bahasa pengguna secara natural. Hal itu memungkinkan chatbot mengerti bahasa sehari-hari. Seperti slang hingga singkatan. Teknologi seperti itu juga dikembangkan oleh Google, terkait Google Search.

Untuk itu, solusi Integrated Conversational Platform dilengkapi dengan 10 fitur anyar. Di antaranya yaitu Kata Flow, Kata NL, Kata CMS, Kata Generator, Kata Boost, Kata Voice, Kata Omnichat, Kata Assist, Kata Whatsapp Dashboard serta Katalog.

Irzan mengungkapkan, Kata.ai ingin menyediakan layanan terintegrasi terkait komunikasi antara perusahaan dengan konsumennya. “Kami ingin menempatkan teknologi sebagai enabler atau pendukung,” ujarnya.

Saat ini, Kata.ai menggaet lebih dari 120 perusahaan mitra yang menggunakan layanannya. Platform-nya juga sudah digunakan oleh 6 ribu pengembang (developer) untuk memproses lebih dari 500 juta pesan sejak tahun lalu. Bisnis Kata.ai pun tumbuh 500% dibanding tahun lalu (year on year/yoy).

Startup Lokal Chatbot Kata.ai Cari Pendanaan, Namun Tidak Ambisius

Perusahaan rintisan itu juga tengah mencari pendanaan. Hanya, Irzan tidak menjelaskan secara rinci perihal nilai ataupun investornya.

Ia hanya menjelaskan bahwa perusahaannya tidak terlalu ambisius mencari pendanaan. “Karena model bisnis kami Business to Business (BtoB), jadi tak terlalu ngoyo untuk mendapatkan pendanaan. Tapi memang sedang fundraising saat ini,” ujarnya.

Vice President Product and Engineering Kata.ai Pria Purnama optimistis, solusi baru dapat meningkatkan kinerja layanan konsumen (customer service) sebuah perusahaan. “Tidak akan menggeser call center, justru yang sebelumnya satu orang bisa melayani 10 pelanggan kini bisa meningkat bahkan menjadi 100,” pungaksnya. ***

ADVERTISEMENT
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here