Zoom Versi 5.0 Hadir, Diklaim Lebih Aman Dari Zoombombing

0
84
Zoom Versi 5.0 Hadir, Diklaim Lebih Aman Dari Zoombombing

Texno.ID, Zoom Versi 5.0 Hadir, Diklaim Lebih Aman Dari Zoombombing. Pengguna aplikasi video conference Zoom yang kian hari makin meningkat ternyata masih dihinggapi isu yang tidak sedap, terkait keamanan.

Ya, aplikasi tersebut diterpa oleh sejumlah masalah keamanan serta privasi. Salah satunya yakni zoombombing. Yaitu yang pada akhirnya banyak pengguna maupun perusahaan memutuskan untuk tak menggunakan Zoom.

Kabar baiknya, saat ini Zoom telah meluncurkan aplikasi versi terbaru yakni Zoom 5.0. Pembaruan itu hadir dengan sejumlah fitur keamanan serta privasi yang telah ditingkatkan. Seperti enkripsi ACM 256-bit GCM yang membantu untuk melindungi data saat dalam perjalanan.

Perusahaan juga memperkenalkan sebuah fitur kontrol baru seperti perutean data. Yaitu di mana admin dapat memilih wilayah pusat data yang digunakan untuk melakukan video conference.

Itu merupakan pembaruan untuk menepis terhadap isu sebelumnya, di mana beberapa panggilan Zoom dialihkan ke Tiongkok, yang mengarah ke masalah privasi.

Baca juga : Bos Aplikasi Zoom Minta Maaf Masih Ada Celah Keamanan

Diwartakan Ubergizmo, Senin (27/4/2020), Zoom juga akan mengaktifkan Waiting Rooms serta kata sandi secara default untuk mengurangi akan potensi zoombombing.

Eric S. Yuan, CEO Zoom, mengungkapkan langkah ini baru permulaan, di mana perusahaan berkomitmen untuk membangun bisnis dengan memberikan kebahagiaan kepada pelanggan.

“Kami akan mendapatkan kepercayaan pelanggan serta memberikan mereka kebahagiaan dengan fokus kami yaitu untuk menyediakan platform yang paling aman,” ujar Eric.

Facebook Messenger Rilis Fitur Video Call Mirip Zoom Versi 5.0

Sebelumnya, Facebook menambahkan fitur teranyar yang disebut-sebut mirip dengan kemampuan Zoom.

Dikutip dari The Verge, Sabtu (25/4/2020), fitur baru tersebut diberi nama Messenger Rooms. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna Messenger untuk terhubung secara virtual dengan lebih banyak peserta hingga mencapai 50 orang.

Facebook memungkinkan para kreator untuk mengatur apakah Rooms dapat diakses secara terbuka ataupun membatasi ke partisipan yang mendapat undangan. Kreator Rooms juga bisa menyingkirkan partisipan yang dianggap mengganggu.

Tak hanya itu, perusahaan juga membuka kanal pelaporan untuk tindakan terlarang yang dilakukan di Rooms. Nantinya untuk mengakses pada fitur ini, kreator dapat mulai memulainya dari aplikasi Facebook ataupun Messenger.

Pengguna yang ingin bergabung juga tak perlu memiliki akun Facebook terlebih dulu. Meski baru dapat dibuat lewat Facebook, ke depannya perusahaan ingin fitur ini bisa diakses pula melalui Instagram Direct, WhatsApp, termasuk Portal.

Pengguna yang sudah tergabung dalam percakapan di Room bisa pula memanfaatkan filter augmented reality atau mengganti latar belakang. Meski tak ada teknologi end-to-end encryption, perusahaan mengungkapkan tidak memantau percakapan yang dilakukan melalu fitur ini.

Sebagai informasi, raksasa media sosial itu memang tengah meningkatkan layanan video di hampir seluruh lini produknya, baik dari WhatsApp hingga aplikasi Instagram.

Jadi, Facebook telah mengumumkan menambah daftar orang yang bergabung di video call WhatsApp. Lalu ada kemampuan video calls di Facebook Dating yaitu termasuk fitur live streaming baru di Instagram.

Trafik Grup Video Call di Facebook Melonjak

Facebook sendiri mengakui trafik group video call pada platformnya melonjak selama wabah virus corona saat ini. Hal ini diakui oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Dalam data yang dibagikan pada bulan lalu, lonjakan trafik group video call menggunakan Facebook Messenger mencapai lebih dari 70 persen. Sementara, waktu orang berada dalam group video call meningkat 2 kali lipat secara global.

Dikutip dari CNET, Kamis (26/3/2020), penggunaan fitur voice serta video call di WhatsApp juga meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Terutama saat masa merebaknya covid 19.

Namun, sebagai platform media sosial nomor satu di dunia, Facebook juga menghadapi tantangan dalam memerangi informasi palsu, hoaks, rumor, serta konspirasi terkait dengan virus ini.

Tetap saja, layanan Facebook menjadi sangat penting bagi pengguna di seluruh dunia untuk saling terhubung. Facebook menyebut, layanannya juga banyak dipakai oleh pemimpin komunitas serta tenaga ahli kesehatan untuk membagikan informasi serta dukungan.

Siapkan Infrastruktur Jika Diperlukan

Di Inggris misalnya, satu juta pengguna Facebook mengikuti grup dukungan virus corona.

Peningkatan aktivitas di Facebook disebut-sebut belum berdampak terhadap kemampuan perusahaan dalam menangani lonjakan trafik. Namun, Mark Zuckerberg menyebutkan bahwa perusahaan bersiap merespons jika trafik penggunaan meningkat lebih jauh.

“Kami berusaha memastikan, kami dapat tetap melayani pengguna. Saat ini wabah belum sampai puncaknya, kami perlu memastikan infrastrukturnya cukup kuat supaya layanan dapat ditingkatkan saat situasi mendesak,” pungkas dia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here