Bahaya Jejak Digital di Internet dan Tips Mengelolanya

209
Bahaya Jejak Digital di Internet dan Tips Mengelolanya
Ilustrasi Bahaya Jejak Digital di Internet. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Bahaya jejak digital di internet tentunya menjadi salah satu hal penting yang mesti kamu waspadai. Sebab, hal ini seringkali memberikan dampak buruk.

Jejak digital sendiri merupakan kumpulan jejak data yang terdokumentasi secara digital, entah itu pada piranti komputer maupun lainnya. jejak digital ini bisa kamu bedakan menjadi dua jenis.

Pertama, jejak digital pasif. Merupakan data yang pengguna internet tinggalkan tanpa mereka sadari.

Sebagai contoh, rute perjalanan seseorang melalui Google Maps, history pada laman-laman internet maupun lainnya. Kedua, jejak digital aktif.

Merupakan data yang pengguna internet tinggal secara sengaja. Hal ini bisa kamu ketahui melalui postingan dan status di media sosial dan sejenisnya.

Ketahui Bahaya Jejak Digital di Internet

Jejak digital ini memiliki dampak merugikan yang tidak bisa kamu pandang sebelah mata. Supaya kamu tetap waspada, berikut ini beberapa bahaya bila meninggalkan jejak digital tanpa kehati-hatian.

1. Phishing

Bila kamu tidak berhati-hati dengan digital footprint, memiliki risiko phishing. Umumnya, serangan ini bisa berdampak buruk bagi penggunannya.

Salah satunya, adalah pembobolan data-data penting, seperti rekening ATM maupun berbagai file berharga di tempat kerja kamu.

Biasanya, tindakan merugikan ini kemungkinan besar terjadi, jika sudah berhasil mendapatkan informasi sensitif korban.

2. Digital Expose

Bahaya jejak digital di internet selanjutnya yakni digital exposure. Istilah ini memiliki keterkaitan dengan akses bebas yang didapatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap data milikmu.

Tentu saja, hal ini akan menimbulkan kerugian besar. Misalnya saja seperti pencurian identitas atau tindakan kriminal lainnya.

3. Mempengaruhi Reputasi

Jejak digital pada internet yang kamu tinggalkan juga mempengaruhi reputasi. Pasalnya, era serba digital ini, dalam perekrutan kandidat maupun calon karyawan sudah semakin canggih.

Tak jarang, perusahaan akan memperhatikan pola hidup dan juga kepribadian calon karyawannya berdasarkan aktivitas di media sosial.

Bila kamu memiliki jejak digital yang kurang baik atau tidak dapat mengelolanya dengan benar, tentu saja dapat membahayakan reputasimu.

Sebagai contoh, ketika perusahaan menemukan aktivitasmu di media sosial yang kurang sesuai dengan aturan maupun kultur mereka, maka reputasi profesional kamu bisa tercoreng.

Tips Mengelola Jejak Digital

Bahaya jejak digital di internet ini bisa kamu cegah dan hindari. Terutama, jika kamu memperhatikannya dengan seksama, maka tidak akan menimbulkan kerugian.

Berikut ini beberapa tips mengelola jejak digital yang bisa kamu lakukan.

  • Jangan pernah membagikan data pribadi. Misalnya saja, nama keluarga, alamat, NIK (Nomor Induk Kependudukan), nomor ponsel, maupun data pribadi lainnya.
  • Minimalisir untuk mengunggah informasi apapun ke media sosial. Ketika kamu ingin mengunggah sesuatu, tak ada salahnya untuk berpikir berulang kali. Terutama untuk memikirkan baik buruknya.
  • Lakukan pengecekan pada nama sendiri melalui Google. Bila kamu menemukan informasi sensitif, maka segera lakukan penghapusan.
  • Jangan lupa untuk selalu membuat password yang unik dan berbeda pada setiap akun sosial media.

Selain menerapkan tips ini, kamu juga bisa menghapus jejak digital yang sengaja maupun tidak sengaja kamu tinggalkan. Terutama jejak digital yang terdapat pada media sosial.

Kamu bisa menghapus unggahan maupun foto yang dirasa kurang pantas melalui akun masing-masing. Biasanya, setiap media sosial maupun laman lainnya, memiliki caranya sendiri.

Mengingat bahaya jejak digital di internet yang mungkin saja terjadi, ada baiknya jika kamu selalu berhati-hati. Bijaklah dalam menggunakan media sosial maupun internet lainnya. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari hal-hal buruk yang merugikan.