Blind Spot Internet Masih Rawan di Indonesia, Ada di Ibukota Juga?

23
Blind Spot Internet Masih Rawan di Indonesia, Ada di Ibukota Juga?
Ilustrasi Blind Spot Internet. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Blind spot internet merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan kondisi atau tempat tertentu yang tidak mendapat sinyal.

Di area blind spot ini jaringan internet akan benar-benar hilang. Bahkan, untuk komunikasi pun tidak ada.

Untuk mengatasi ini maka pemerintah sebagai pihak yang berwenang harus melakukan pembangunan sarana internet di lokasi blind spot.

Sayangnya di era digital ini beberapa daerah Indonesia masih ada yang menjadi wilayah blind spot, bahkan di Jakarta.

Indonesia Masih Rawan Blind Spot Internet?

Internet memang sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting. Namun, apa jadinya jika sebuah daerah tidak terjangkau internet?

Daerah yang tidak terjangkau oleh internet tersebut mendapat istilah blind spot. Mereka yang ada di daerah blind spot tidak akan mendapatkan sinyal dan jaringan untuk komunikasi.

Meski pemerintah sudah berusaha menciptakan pemerataan internet, namun di Indonesia sendiri masih cukup banyak daerah blind spot.

Hal itu memang karena tantangan geografis Indonesia yang cukup sulit. Alhasil, pemerintah tidak bisa mencapai target pemerataan internet dalam waktu cepat.

Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate pada kesempatan ‘Indonesia Digital Outlook 2022: Encouraging the Acceleration of Sustainable Digital Transformation’ mengatakan bahwa di Jakarta masih ada blind spot.

“Kabupaten kota dan Ibukota pun masih ada blind spot” ujar Johnny.

Johnny memang tidak menjelaskan secara rinci mengenai titik blind spot internet di Ibukota tersebut. Tetapi, Johnny mengaku bahwa Indonesia sudah memiliki 1,5 juta BTS dengan 8-9 satelit telekomunikasi berkapasitas 50 Gbps.

Meski demikian, ia menyadari bahwa hal itu harus diimbangi dengan infrastruktur tambahan dengan pembangunan fiber optik

Terdapat 113 Data Blank Spot di Way Kanan

Jika Ibukota saja yang notabene menjadi pusat pembangunan masih memiliki area blind spot, artinya di daerah lain mungkin lebih parah.

Seperti di wilayah Way Kanan misalnya. Way Kanan merupakan Kabupaten yang ada di Lampung dengan jumla blind spot internet cukup tinggi.

Banyak warga yang mengeluhkan mengenai masalah kesulitan berkomunikasi melalui telepon seluler dan gawai lainnya.

Tercatat masih terdapat sekitar 749 desa di provinsi Lampung yang masih belum terjangkau jaringan internet atau blank spot.

Dari total tersebut, 113 di antaranya ada di Kabupaten Way Kanan. Tidak heran jika warganya terus mengeluhkan kesulitan internet.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto menyampaikan kepada Musrenbangnas Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan selain memulai konektivitas 5G guna menghadapi kompetisi global.

Hingga saat ini pemerintah Kabupaten Way Kanan masih dalam proses pengusulan investor atau provider yang ditandatangani oleh Bupati Way Kanan agar masyarakat dapat menikmati internet secara layak.

Proyek Jabar Bebas Blind Spot

Jabar merupakan contoh lainnya dari banyaknya daerah Indonesia yang masih tidak mendapat cakupan internet.

Beberapa wilayah di Jawa Barat masih harus kesulitan dalam mendapatkan sinyal. Menanggapi hal itu, maka pemerintah tentunya berusaha memaksimalkan pembangunan infrastruktur internet.

Muhammad Farhan menyebut bahwa masalah terbesar dalam pengadaan infrastruktur internet adalah supply energy listrik. Jadi, penyediaan internet harus sejalan dengan pengembangan energi baru terbarukan.

Sementara itu, rencananya pada pertengahan 2022 ini Bakti akan menggelar lelang untuk pengerjaan proyek Palapa Ring Integrasi.

Dalam proyek tersebut Bakti membuka diri bekerja sama dengan peman SKKL internasional. Proyek Palapa Ring Integrasi ini akan terlaksana dalam dua fase pembangunan.

Dari total serat optik yang akan dibangun, sebanyak 8.203 kn akan di daratan, 3.880 km di bawah laut, dan sisanya akan berupaya microwave link. Semua bertujuan untuk pemerataan jaringan hingga tidak ada lagi blind spot internet.