Internet Satelit Starlink SpaceX dengan Elon Musk

0
185
Internet Satelit Starlink SpaceX dengan Elon Musk
Ilustrasi Internet Satelit Starlink. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Internet satelit Starlink sudah melakukan uji coba oleh SpaceX pada akhir tahun 2020. Kemudian ditujukan oleh seluruh pengguna di Amerika Serikat. Bahkan perusahaan teknologi yaitu Elon Musk sudah mulai membuka pre-order yang lebih banyak lagi pada pengguna potensial.

Pre-order tersebut diciptakan dengan tujuan untuk memperluas program beta. Selanjutnya akan digunakan oleh pengguna Starlink. Apabila anda berminat, reservasinya dapat berlangsung dengan cara menggunakan website milik Starlink. Caranya, memasukkan alamat rumah dan alamat email anda.

Mengenal Internet Satelit Starlink Elon Musk

Pada saat melakukan uji coba, pengguna bisa menggunakan internet dengan kecepatan sekitar 50 sampai 150 Mbps serta latensi sekitar 20 dan 40 md.

Ketika pre-order belum terbuka, SpaceX telah mengirim undangan ke seluruh pengguna potensial. Bahkan dalam pre-order berbasis undangan tersebut, SpaceX sudah mengumumkan bahwa ada 10 ribu pengguna pertama kali yang sudah bergabung.

Di dalam pre-order itu, SpaceX akan bekerja sama dengan pemerintah lokal Amerika Serikat. Selain itu, juga sudah menerima persetujuan regulasi di Inggris, Kanada, serta berencana untuk menargetkan beberapa negara tambahan lagi.

Seperti Sistem Pemesanan Mobil Listrik

Internet satelit Starlink pada sistem pre-order ini, ketika melakukan pembayaran deposit sama seperti sistem saat pemesanan mobil listrik Tesla milik Elon Musk. Tesla sendiri sengaja mengundang sejumlah calon pembeli supaya memesan mobil listrik yang belum tersedia.

Tujuannya supaya bisa mengumpulkan deposit yang nanti akan terpakai sebagai penopang oleh sebuah perusahaan. Dalam situs web Starlink sendiri juga menyatakan bahwa pada deposit tidak menjamin layanan Starlink dan ketersediaan kit.

Tetapi saat layanan Starlink tersedia, prioritas akan segera tersalur kepada seluruh pelanggan. Untuk bisa menyediakan layanan internet satelit Starlink, SpaceX juga sudah meluncurkan 1000 satelit ke orbit yang dekat dengan bumi (LEO).

Menjadi Divisi dengan Konsumen SpaceX

Bahkan Starlink sendiri juga berencana untuk bisa menjadi divisi yang berhadapan dengan sejumlah konsumen SpaceX. Kemudian akan terpakai untuk pengembangan roket Space agar bisa menuju ke planet Mars.

Setelah pre-order terungkap, Musk juga memposting unggahan pada akunnya dan mengatakan bahwa Starlink akan merencanakan IPO.

Kemudian Musk melanjutkan perkataan bahwa SpaceX harus bisa menghindari arus negatif dan menjaga Starlink saat posisi keuangan yang stabil selama beberapa tahun mendatang. Musk juga berharap bahwa Starlink akan memiliki peruntungan yang lebih baik lagi.

Rencana Amazon

Selain hanya pada SpaceX, ternyata Amazon juga memiliki rencana yang sama seperti pada proyek Kuiper. Pada Konstelasi Kuiper akan berencana untuk memasang sekitar 3000 satelit di LEO.

Bahkan operator telekomunikasi yang berasal dari Kanada yaitu Telesat, juga berencana untuk meluncurkan Konstelasi Lightspeed tahun 2023 mendatang.

Syarat Memesan Jaringan Satelit

Bagi calon pengguna internet satelit Starlink yang ingin memesan jaringan berbasis satelit, harus masuk dahulu pada laman resmi milik Starlink.

Calon pengguna harus membayar deposit sejumlah 1,3 juta rupiah atau 99 dolar Amerika Serikat. Kemudian deposit tersebut akan kembali lagi ke pelanggan dengan jumlah yang utuh seperti sedia kala.

Para calon pengguna juga wajib memiliki perangkat lain seperti Starlink Kit berupa router WiFi, antena parabola, dan pemasok daya. Jika semuanya ditotal, maka memiliki harga senilai 6,9 juta rupiah. Setara dengan 499 dolar Amerika Serikat. Hal ini sebagaimana yang sudah terangkum dari The Verge.

Mendapat Izin dari Beberapa Negara

Selain hanya menggandeng di pemerintah Amerika Serikat, SpaceX juga telah mendapatkan izin dari beberapa negara yang lain untuk memiliki internet satelit Starlink. Sehingga kedepannya, Starlink bisa menjangkau lebih banyak lagi di negara belahan dunia ini.

Tetapi saat ini belum tahu kapan di Indonesia dapat menghadirkan layanan High Speed milik Elon Musk tersebut. Kemungkinan besar bisa mendapatkan jaringan ini pada tahun 2022 mendatang.

Pasalnya, di negara Filipina serta di negara Asia Tenggara lainnya baru akan bisa merasakan layanan tersebut pada tahun 2022 mendatang.

Apabila pengguna tidak bisa mendapat layanan internet satelit Starlink, maka dana miliknya akan segera kembali semuanya. Namun dengan jangka waktu hingga 6 bulan supaya bisa kembali sepenuhnya. Karena pada dasarnya, pengguna yang sudah menggunakan layanan ini memiliki rentang waktu hingga 3 bulan.