Fenomena Nadir Kabah yang Unik Dimanfaatkan untuk Menentukan Kiblat

275
Fenomena Nadir Kabah
Ilustrasi Fenomena Nadir Kabah. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Fenomena Nadir Kabah adalah fenomena astronomis ketika matahari berada tepat pada nadir ataupun titik bawah saat tengah matahari malam yang lokasinya berada di Kabah. Bentuk bumi bulat, sehingga matahari tepat berada di atas antipode Kabah. Letaknya pada belahan bumi yang berlawanan terhadap Kabah saat tengah hari. Fenomena tersebut adalah fenomena unik dan langka yang siapapun orang melihat pasti akan merasa beruntung karena dapat menyaksikannya.

Penjelasan Fenomena Nadir Kabah

Fenomena astronomis Nadir Kabah bisa kembali disaksikan tanggal 29 November tahun 2021. Para Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional telah mencatat fenomena langka tersebut bisa terjadi sebanyak dua kali dalam setahun. Nah, pada tahun ini Nadir Kabah akan kembali terjadi. Tepatnya pada awal serta akhir tahun, lebih tepatnya pada 13 Januari 20921 tepatnya pukul 06.29 WIT. Kembali dapat terjadi pada tanggal 29 November pada pukul 06.09 WIT.

Matahari pada Titik Nadir

Matahari yang berada pada di titik antipode maupun titik yang letaknya berada pada belahan bumi berlawanan Kabah saat tengah hari. Sehingga hal tersebut akan terdapat ujung bayangan matahari yang sedang mengalami pagi, siang serta sore akan mengarah pada kiblat. 

Fenomena itu akan umat Islam manfaatkan untuk dapat menentukan kiblat. Karena terdapat bentangan timbul oleh matahari pada waktu yang tepat dapat membantu untuk menunjukkan arah kiblat dengan lebih akurat. Anda pasti bingung bukan bagaimana cara menentukan arah tersbut. Simak ulasannya berikut.

Cara Menentukan Kiblat

Dengan adanya fenomena Nadir Kabah umat Islam akan memanfaatkannya untuk dapat menentukan kiblat untuk shalat. Nadir Kabah yang akan terjadi pada tanggal 29 November tahun 2021 akan terjadi pada pukul 00.09 waktu Saudi Arabia. Cara untuk bisa mengetahui arah kiblat saat Nadir Kabah yakni sama dengan cara saat matahari tepat berada di atas Kabah. Ada beberapa alat yang perlu ada untuk mengukur arah kiblat seperti, jam yang telah terkalibrasi juga benang berbandul maupun tongkat lurus.

Langkah untuk Menentukan Kiblatnya

  1. Menentukan tempat yang telah diketahui arah kiblatnya
  2. Mencari lokasi rata yang terkena sinar matahari
  3. Menancapkan tongkat pada permukaan serta dengan memastikan bahwa tongkat telah benar-benar tegak lurus maupun menggantung dengan benang berbandul
  4. Tunggu sampai waktu Nadir Kabah tersebut tiba
  5. Amati setiap bayangan tingkat atau benang saat itu
  6. Sebaiknya tandai bayangan, setelah itu tarik garis lurus pada pusat bayangan
  7. Garis lurus yang menghadap pada ujung pusat bayangan adalah arah kiblat yang sesungguhnya

Ketika cuaca sedang mendung, ada baiknya untuk melakukan pengukuran 40 menit sebelum atau sesudah penentuan waktu dengan adanya toleransi setengah derajat.

Terdapat beberapa wilayah yang dapat meluruskan kiblat. Seperti saat matahari berada berada atas ufuk timur maka wilayah yang berguna untuk meluruskan Kabah yakni Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, serta Provinsi Maluku kecuali Pulau Buru. 

Sedangkan untuk yang berada pada luar negeri fenomena Nadir Kabah dapat terlihat pada wilayah Papua Nugini, Amerika Serikat, Amerika Tengah, Selandia Baru, Timor Leste kecuali Distrik Oecussi, sebagian besar Kanada. Bahkan, juga sebagian besar wilayah Australia.

Apa Saja Fenomena yang Akan Terjadi November Ini?

Puncak Hujan Meteor Andromedid

Andromedid merupakan hujan meteor yang berada pada titik radiannya di dekat konstelasi Andromeda serta sumbernya dari sisa debu komet 3D/Biela. Hujan tersebut dapat aktif pada tanggal 25 September sampai 6 Desember mendatang dengan intensitas minimumnya pada tanggal 9 November pada pukul 08.45 WIB/ 10.45 WIT.

Puncak Hujan Meteor Taurid Utara

Fenomena Nadir Kabah akan memunculkan puncak hujan meteor Taurid Utara yakni sebuah hujan meteor yang ada pada titik radian ada di konstelasi Taurus pada bagian utara yang berada di dekat gugus Pleiades. Hujan akan aktif tanggal 25 September – 25 November dan dengan intensitas minimum tanggal 13 November pada pukul 07.25 WIB/09.25 WIT.

Puncak Hujan Meteor Leonid

Hujan meteor Leonid asalnya dari sebuah sisa debu komet 55P/Tempel Tuttle yang mengorbitkan matahari dengan periode 33,3 tahun dan itu adalah salah satu dari banyaknya hujan meteor yang sangat orang-orang nantikan pada setiap tahunnya. Laoneis bisa disaksikan pukul 00.30 sampai fajar bahari dari arah timur-timur laut sampai utara-timur laut.

Fenomena Nadir Kabah merupakan sebuah keunikan tersendiri dan dinantikan oleh umat Islam untuk membantu menentukan kemana arah kiblat. Kejadiannya begitu indah, siapapun orang yang dapat menyaksikannya akan kagum dengan adanya fenomena tersebut.