Fosil Gajah Purba Berusia 2 Juta Tahun di Sumedang, Jawa Barat

217
Fosil Gajah Purba Berusia 2 Juta Tahun di Sumedang, Jawa Barat
Ilustrasi Fosil Gajah Purba. Foto: Ist/Net

Texno.ID –  Fosil gajah purba (stegodon) ternyata beberapa tersimpan apik di etalase kantor Kabid Kebudayaan, Disparbudpora Kota Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Fosil mamalia purba tersebut memiliki usia setidaknya 2 juta tahun. Memang sudah beberapa kali fosil dari stegodon terdeteksi di Sumedang.

Hal itu tentunya menjadi bukti bahwa kehidupan purba pernah terjadi di wilayah tersebut.

Fosil Gajah Purba di Sumedang, Jawa Barat

Penemuan fosil zaman purba memang sudah sering terjadi. Nantinya, fosil-fosil yang ditemukan tersebut akan ilmuwan gunakan untuk penelitian.

Setiap fosil yang berhasil teridentifikasi pastinya akan tersimpan dengan rapi. Di Indonesia sendiri, fosil binatang dan hewan purba sudah cukup sering teridentifikasi.

Seperti halnya fosil stegodon yang ada di Sumedang. Fosil tersebut tersimpan dengan baik di kantor Kepala Bidang Kebudayaan.

Fosil yang ada berupa bagian rahang atau gigi geraham gajah muda. Terdapat setidaknya delapan fosil tulang belulang stegodon dengan berbagai ukuran.

Selain itu, terdapat juga sebuah fosil tanduk dari binatang purba dan satu fosil hewan laut purba yang berupa moluska. Fosil-fosil tersebut berhasil teridentifikasi pada tahun 2021 lalu.

Ukuran dari fosil gigi geraham stegodon sempat mengejutkan para ahli. Bagaimana tidak, gigi tersebut berukuran setidaknya sebesar kepala kambing.

Fosil gigi geraham tersebut sudah terbalut batuan. Bentuk dari gigi geraham sendiri bersusun seperti 5 baris secara sejajar.

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Kota Sumedang, yakni Budi Akbar memaparkan bahwa fosil rahang dan gigi geraham stegodon ini, menurut para peneliti dari Balai Arkeolog, merupakan peninggalan zaman purba setidaknya 1,5 hingga 2 juta tahun lalu.

“Makanya sebagian (gigi geraham) sudah terbungkus oleh batu padahal tadinya hanya sebuah tanah. Namun karena proses jutaan tahun, tanah tersebut akhirnya mengeras menjadi batu,” jelas Budi bersama dengan Pamong Budaya dari Bidang Kebudayaan, Suhadi kepada DetikJabar.

Peneliti Akan Merekonstruksi Temuan Fosil di Sumedang

Penemuan fosil gajah purba di Sumedang bukan hanya sekali dua kali. Sejak tahun 2004, potongan tulang yang merupakan milik stegodon sudah sering ditemukan di daerah tersebut.

Fosil paling baru dari stegodon teridentifikasi pada Januari 2022. Potongan fosil tersebut kini tersimpan di Museum Geologi, Kota Bandung Jawa Barat.

Stegodon merupakan hewan purba yang memiliki bentuk seperti gajah modern. Perbedaannya hanyalah pada sebuah gading yang lebih panjang dengan badan yang tentunya jauh lebih besar.

Menurut Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengungkap bahwa kumpulan fosil akan dikonversikan untuk menyatukan semua potongan yang ada.

Sejak tahun 2004, sudah tercatat ratusan fosil dari steganon yang terdeteksi di wilayah Sumedang. Fosil tersebut berupa potongan tulang belulang beberapa bagian tubuh.

Kepada Desa Jembarwangi, Pitriani Dewi mengatakan bahwa potongan fosil gajah purba pertama sudah peneliti ITB identifikasi dengan bantuan peneliti Jerman pada tahun 2004.

Fosil pertama tersebut berupa rahang stegodon. Penelitian sudah selesai dan hasilnya kini tersimpan di ITB.

Pada tahun 2018, arkeolog kembali menemukan potongan gading. Hal tersebut akhirnya membuat arkeolog meneliti lebih lanjut fosil dan akan merekonstruksi secara mendalam.

Penemuan banyak fosil di Desa Jembarwangi membuat area tersebut menjadi pusat penelitian mahasiswa ITB dan Unpad untuk melengkapi laporan tugas akhir.

Menurut informasi dari arkeolog, sudah ada sekitar 600 jenis fosil purba yang berada di Jembarwangi. Peneliti mencurigai bahwa temuan yang terkumpul seperti tulang punggung, bagian rahang, gading dan kaki merupakan fosil-fosil dari stegodon.

Semua penemuan fosil gajah purba tersebut peneliti kumpulkan dan akan mengalami proses penggabungan atau rekonstruksi untuk mengetahui dengan pasti seperti apa bentuk mamalia purba tersebut.