Fosil Otak Berusia 310 Juta Tahun, Terawetkan dengan Sempurna

0
80
Fosil Otak Berusia 310 Juta Tahun, Terawetkan dengan Sempurna
Ilustrasi fosil otak berusia 310 juta tahun. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Fosil otak berusia 310 juta tahun kini kembali ditemukan. Para peneliti menemukan fosil otak yang sebelumnya belum pernah tampak. Fosil tersebut yang merupakan  kepiting tapal kuda. 

Usia fosil otak tersebut mencapai 310 juta tahun. Fosil tersebut yang terawetkan dengan sempurna sampai jaringan lunak otaknya.

Penemuan Fosil Otak Berusia 310 Juta Tahun

Menurut sebuah penelitian terbaru, mengenai temuan fosil otak tersebut. Peneliti mengungkapkan beberapa kejutan dengan evolusi kepiting tapal kuda. Fosil otak tersebut adalah milik spesies yang sudah punah bernama Euroops danae. 

Penemuan otak ini tepatnya di Mazon Creek di Illinois, Amerika Serikat. Keadaan lingkungannya telah mengawetkan jaringan lunak halus hewan tersebut dengan sempurna. Terdapat empat spesies kepiting tapal kuda yang hidup hingga kini.

Keseluruhan kepiting memiliki rangka luar yang keras. Memiliki 10 kaki dan bagian kepala dengan bentuk U. 

Melansir Wikipedia, tapal kuda kepiting Amerika merupakan spesies laut dan payau chelicerata arthropoda.

Namun terlepas dari nama kepiting ini. Kepiting ini merupakan arakhnida yang memiliki hubungan erat dengan kalajengking, laba-laba, dan kutu.

Hal itu menurut penelitian The National Wildlife Federation. Meskipun fosil kepiting tapal kuda ini relatif umum. Namun tidak ada yang mengetahui sebelumnya, mengenai otak purba kepiting tersebut.

Hal ini merupakan bukti pertama, bahkan satu-satunya. Untuk otak dari fosil kepiting tapal kuda. Hal tersebut menurut peneliti Bicknell, ahli paleontologi di University of New England di Maine.

Bicknell tersebut sebagai penulis utama dalam studi baru ini. Peluang menemukan sebuah fosil otak berusia 310 juta tahun kemungkinannya satu dalam sejuta. Jaringan-jaringan lunak yang membentuk otak kepiting tersebut.

Tentunya sangat rentan mengalami pembusukan yang cepat. Sehingga untuk dapat mengawetkan jaringan tersebut. Maka membutuhkan kondisi geologis yang sangat khusus atau amber.

Proses Pengawetan Fosil Otak

Mengenai kasus penemuan otak purba dalam penelitian saat ini. Kondisi geologi telah membantu mengawetkan jaringan lunak tersebut. Sehingga dalam kondisi prima meskipun susah selama bertahun-tahun.

Fosil otak purba tersebut tetap awet atau setidaknya salinan otak itu. Dengan memiliki cetakan otak, bukan otak dari kepiting itu sendiri.

Sedimen yang ada di Mazon Creek terbuat dari mineral besi karbonat. Jenis sedimen tersebut yang menyebutnya dengan siderit. Mineral tersebut membentuk konkresi endapan mineral.

Tentunya yang dapat dengan cepat membalut jasad kepiting tersebut. Sehingga kemudian dapat memfosilkannya. Meskipun mineral tersebut berhasil mengawetkan tubuh kepiting tapal kuda.

Jaringan otaknya menjadi busuk dan pada akhirnya menghilang. Kemudian menjadi fosil otak berusia 310 juta tahun. Namun, saat otak kepiting tapal kuda membusuk. Menggantikannya dengan mineral tanah liat yang menyebutnya kaolinit.

Hal itu yang akan menciptakan gips otak. Kaolinit memiliki warnanya yang putih, sedangkan siderit dengan warna abu-abu gelap. Kontras warna ini menjadikan fosil otak tersebut tampak lebih menonjol dari biasanya. Apabila dibandingkan dengan sisa bagian fosil lainnya.

Para peneliti saat ini melakukan pencarian. Untuk memperoleh lebih banyak otak purba tersebut. Kemungkinan telah menjadi fosil dalam keadaan geologis unik. Sehingga nantinya dapat mengawetkan kepiting tapal kuda.

Deposit Mazon Creek yang memang luar biasa, apabila mulai mencarinya. Memungkinkan untuk menemukan lebih banyak fosil otak kepiting tapal kuda.

Kesempatan Unik Para Peneliti

Dengan adanya penemuan fosil otak berusia 310 juta tahun. Hal ini yang dapat memberi kesempatan unik para peneliti. Para peneliti lebih mudah untuk dapat mempelajarinya.  Otak arakhnida tersebut mengalami evolusi dari waktu ke waktu.

Hal yang saat ini mengejutkan para peneliti dengan menemukan otak purba. Fosil otak tersebut yang asalnya dari periode Karbon sekitar 359 juta hingga 299 juta tahun yang lalu. Fosil tersebut yang tampak sangat mirip dengan otak kepiting tapal kuda modern.

Bicknell dan juga rekan penelitinya telah menerbitkan mengenai laporan studi. Laporan atas penemuan otak purba tersebut secara online di jurnal Geology pada 26 Juli 2021.

Meskipun fosil otak berusia 310 juta tahun telah mengalami evolusi. Bahkan evolusi tersebut sudah dari waktu ke waktu. Namun fosil otak kepiting tapal kuda tampak serupa dengan bentuk modernnya kini.