Hujan Meteor Eta Aquarid hingga Parade Langit, Ini Dia Fenomenanya

0
65
Hujan Meteor Eta Aquarid
Ilustrasi Hujan Meteor Eta Aquarid. Foto: time.com

Texno.ID – Hujan meteor Eta Aquarid merupakan fenomena astronomi yang terjadi pada enam hari pertama di bulan Mei 2021. Ada serangkaian fenomena astronomi yang akan menghiasi angkasa. Hal tersebut berubah-ubah dan dari awal telah dapat terprediksi. 

Meteor yang akan menghiasi langit tersebut adalah pecahan jejak komet Halley. Penyebab adanya hujan meteor tersebut adalah sisa debu komet Halley yang sempat lewat pada 1986 lalu. Lalu, komet tersebut akan kembali lewat pada 2061. 

Meteor tersebut meninggalkan jejak ketika melewati berupa sisa awan yang tertinggal di luar angkasa. Jejak tersebut berpotongan dengan orbit bumi sehingga sisa jejak masuk atmosfer dan terbakar. Hal tersebut yang menjadi hujan meteor. 

Fenomena Hujan Meteor Eta Aquarid Mei 2021

Fenomena ini dilansir dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN. Hal tersebut sebagai berikut. 

Konjungsi Solar Uranus -1 Mei

Hal ini merupakan konfigurasi ketika Uranus, Bumi dan Matahari pada satu garis lurus. Kemudian, Jupiter berada sejajar dengan Matahari. 

Puncak Konjungsi pada Jupiter akan terjadi pada 1 Mei pukul 02.44 WIB atau 03.44 WITA atau 04.$$ WIT. Dengan adanya konjungsi tersebut Uranus tidak akan tampak lagi di langit malam karena sejajar dengan Matahari. 

Konjungsi Triple -3 Hingga 6 Mei

Disini Bulan akan mengalami konjungsi tripel dengan Jupiter dan Saturnus. Hal tersebut terjadi selama empat hari sejak 3 sampai 6 Mei 2021 mendatang. 

Anda dapat menyaksikan fenomena ini sejak pukul 02.00 waktu setempat hingga berakhir fajar bahari yakni 20 hingga 24 menit sebelum terbit Matahari. Tentu saja dari arah Timur Tenggara. 

Fase Bulan Perbani -4 Mei

Puncak fase perbani akhir terjadi sebelum hujan meteor Eta Aquarid yakni pada 4 Mei pukul 02.50 WIB atau 03.50 WITA atau 04.50 WIT. Fase ini merupakan salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari Bumi dan Bulan membentuk 90 derajat.

Fenomena tersebut terjadi setelah fase bulan Purnama. Bulan perbani akhir ini akan anda saksikan ketika terbit sekitar tengah malam. Hal tersebut yakni dari arah timur hingga tenggara. 

Puncak Eta Aquarid 6 Mei

Hujan meteor ini aktif sejak 19 April hingga 28 Mei dan puncak aktivitasnya pada 6 Mei pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA atau 11.00 WIT. 

Penamaan tersebut berasal dari titik radian yakni titik asal munculnya hujan meteor yang terletak di konstelasi Aquarius. Hujan meteor tersebut merupakan sisa debu komet Halley yang mengorbit Matahari setiap 76 tahun sekali. 

Konjungsi Tripel Aldebaran 12 Mei

Setelah hujan meteor Eta Aquarid, selanjutnya Aldebaran akan mengalami konjungsi tripel dengan Venus dan Merkurius. Hal tersebut terjadi pada 12 Mei. Anda dapat mengamati sejak awal senja bahari setelah Matahari terbenam. 

Aldebaran atau Alpha Tauri, Penicillium adalah bintang di konstelasi Taurus yang paling terang diantara bintang penyusun konstelasi Taurus lainnya. 

Umumnya konjungsi ini membentuk segitiga. Selain itu berukuran 5 dan dapat anda amati dari arah Barat hingga Barat laut. Hal tersebut terjadi ketika Bulan Sabit muda atau hilal mulai terbenam. 

Fase Bulan Mikro 12 Mei

Selain Hujan meteor Eta Aquarid, selanjutnya pada fase ini terjadi pukul 01.59 WIB. Perigee Bulan terjadi tiga jam setelahnya pada pukul 05.09 WIB

Bulan tersebut adalah fase bulan batu yang kejadiannya berdekatan dengan Apogee Bulan. Jarak geosentrik bulan pada fase ini yakni 406.507 km. Berdiameter sudut menit 29,39 menit busur. 

Sedangkan, jarak pada geosentrik ketika Perigee adalah 406.512 km dengan diameter sudut 29,39 menit busur. 

Konjungsi Quartet 13 Hingga 14 Mei

Konjungsi ini yakni Aldebaran, Merkurius, Venus, Bulan. Empat benda langit tersebut akan mengalami konjungsi kuartet pada 13 dan 14 Mei 2021. 

Selain hujan meteor Eta Aquarid, Anda dapat menyaksikan Konjungsi kuartet ini  ketika awal senja bahari dari arah Barat hingga Barat laut. Bulan sabit memiliki umur 1,5 hari dan berada didalam segitiga Aldebaran,Venus dan Merkurius 13 Mei. Setelahnya yakni keesokan harinya Bulan telah meninggi dan berada di luar segitiga  benda planet tersebut. 

Parade Langit 15 Mei

Parade langit ini berupa Aldebaran, Venus, Merkurius, Bulan, Mars, pollux Segaris. Momen ini paling orang nantikan karena beberapa benda langit akan nampak segaris. Selain itu membentang dari arah Barat dan barat laut. Hal tersebut terjadi pada akhir senja bahari. 

Konjungsi Mars Bulan 16 Mei

Konjungsi ini terjadi pada pukul 09.13 WIB atau 10.13 WITA atau 11.13 WIT dengan sudut pisah 1,67 derajat. Namun anda dapat menikmatinya ketika awal senja bahari dari arah barat Laut dengan sudut terpisah 2,89 derajat.

Bahkan keduanya berada bagian atas ufuk selama 3 jam dan akhirnya terbenam di arah Barat-Barat Laut dengan sudut terpisah 3,69 derajat. 

Dengan informasi hujan meteor Eta Aquarid dan lainnya, maka anda dapat menikmati keindahan angkasa tersebut.