Sampel Asteroid Ryugu, Hasil Misi Pengumpulan oleh Hayabusa 2 Jepang

0
444
Sampel Asteroid Ryugu
Ilustrasi Sampel Asteroid Ryugu. Foto: scitechdaily.com

Texno.ID – Sampel asteroid Ryugu yang telah terkumpul dari pesawat Hayabusa 2 Jepang akhirnya dirilis dan merupakan sampel dengan bentuk seperti berlian.

Kemudian, telah mereka sebut dengan nama Ryugu, yakni mengikuti pada misi yang pertama. Foto-foto secara resmi oleh JAXA Hayabusa 2 pada laman resmi Twitter mereka.

Bahkan, sampel paling baru tersebut yang berasal dari asteroid Ryugu, yang mana diambil pada tahun 2020, berada pada jarak yang lebih jauh dari Bumi.

Kemudian, memiliki kandungan yang lebih banyak material daripada yang telah ilmuwan prediksi yakni sekitar 5,4 gram material.

Sampel Asteroid Ryugu

Pesawat Hayabusa milik Jepang tersebut telah kembali untuk pertama kali dari misi pengamatannya terhadap asteroid Itokawa tahun 2010.

Pengamatan tersebut dengan sampel langsung pertama dari objek yang dekat dengan Bumi.

Untuk keseluruhan, material yang ada pada permukaan asteroid tersebut mempunyai massa sekitar satu kilogram.

Akan tetapi, hal tersebut masih cukup dalam menghasilkan informasi yang penting mengenai umur dari asteroid serta sejarah geologi.

Melansir Space.com, ilmuwan asal Jepang telah mengamati dan melihat sampel asteroid Ryugu pertama kali melalui kapsul pesawat Hayabusa 2 dan menghasilkan pemandangan yang cukup menjanjikan.

Pesawat antariksa tersebut telah meluncur pada tahun 2014 dengan tujuan asteroid yang berada di dekat Bumi, yakni Ryugu.

Dari perjalanan misi tersebut, sampai pada permukaan Ryugu tahun 2018.

Kemudian, menghabiskan sekitar satu setengah tahun dalam pengamatan serta pengambilan sampel dari asteroid tersebut untuk menyimpan sampelnya pada atmosfer Bumi.

Tanggal 5 Desember lalu, kapsul tersebut mendarat pada era Terlarang Woomera Australia.

Dari hal tersebut, terdapat ilmuwan JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) yang menjalankan misi, yang mana kemudian menerangkan kapsul ke Jepang.

Selanjutnya, pada 14 Desember, personel dari misi pertama kali menyaksikan dalam kapsul tersebut.

“Kami menginformasikan jika butiran hitam yang kami perkirakan berasal dari Ryugu ada dalam kapsul,” tulis dari perwakilan misi sampel asteroid Ryugu melalui Twitter.

“Ini merupakan material luar ruang utama serta kemungkinan partikel yang menempel pada pintu untuk masuk penangkap sampel.”

Asteroid Berumur 4,5 Miliar

Sebenarnya, nama Ryugu sendiri mengacu pada istilah “istana naga” bawah air yang mana ajaib pada kisah rakyat Jepang. Kisah tersebut menceritakan jika seorang nelayan mendapatkan hadiah sebuah kotak misterius dan kemudian ia bawa pulang.

Bentuk dari kotak tersebut mirip dengan kapsul Hayabusa 2. Asteroid Ryugu tersebut para ilmuwan perkirakan telah berusia sekitar lebih dari 4,5 miliar tahun.

Kemudian, juga merupakan penanggalan tata surya yang mengawali kehidupan manusia serta memiliki kandungan material yang berpotensi untuk pembentukan matahari serta planet-planet yang mengorbit.

Sampel asteroid Ryugu sendiri adalah asteroid tipe C yang mana batuannya mengandung pori serta terdapat banyak karbon air. Selanjutnya, para ahli astronomi memperkirakan jika tumpukan puing-puing yang gelap asteroid tersebut telah terbentuk miliaran tahun yang lalu.

Saat itu, batuan tersebut memecahkan batu besar yang lain pada suatu tempat dalam sabuk asteroid antara Jupiter dan Mars.

Berhubung pada permukaan Ryugu terlihat kering serta menunjukkan warna yang kemarahan, sejumlah ilmuwan pun menduganya jika pernah melintasi area terdekat dengan bintang besar dalam tata surya tersebut.

Akan tetapi, tak semua dari material yang mereka kumpulkan dalam tempat tersebut cukup primordial.

Mengandung Anakronisme

Seperti foto yang ada dari siaran Hayabusa 2, salah satu kapsul memang mengandung anakronisme yang sangat jelas. “Bahan buatan terlihat ada dalam ruangan C,” jelas siaran pers Hayabusa 2.

“Asalnya (sampel asteroid Ryugu) memang sedang diselidiki, akan tetapi terdapat kemungkinan sumbernya merupakan alumunium yang telah terkikis tanduk sampler pesawat antariksa ketika proyektil tersebut ditembakkan. Hal tersebut untuk mengaduk bahan selama pendaratan.”

Selanjutnya, unggahan foto lain Hayabusa 2 melalui Twitter tersebut mengungkapkan jika objek masih belum dapat mereka konfirmasi. Akan tetapi, kemungkinan sudah terpisah dari sample yang mereka pakai sepanjang proses pengumpulan. 

Para ahli astronomi pun menganalisis sampel baru tersebut, yakni termasuk sejumlah gas yang mereka dapatkan dalam kapsul, yang mana mereka memperkirakannya juga terkumpul pada permukaan asteroid Ryugu.

Apabila perkiraan penelitian mereka benar, maka penemuan sampel asteroid Ryugu tersebut merupakan sampel gas pertama yang ada di dunia yang akan kembali ke luar angkasa. (CW001)

Editor : Deni Supendi