Asal Usul Seismograf, Awalnya Hanya Berupa Guci Perunggu

184
Asal Usul Seismograf, Awalnya Hanya Berupa Guci Perunggu
Ilustrasi Asal Usul Seismograf. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Asal usul seismograf sebagai alat pendeteksi gempa bumi. Alat ini biasa digunakan untuk menentukan titik lokasi terjadinya gempa.

Pada awalnya, alat pendeteksi pendeteksi gempa bumi ini terbuat dari bahan perunggu. Saat ini, seismograf sudah berkembang dengan pesat.

Begini Asal Usul Seismograf

Gempa bumi adalah bencana alam yang sangat berbahaya. Terjadinya gempa bumi karena banyak faktor, mulai dari runtuhnya bangunan, pergeseran lempeng bumi dan meletusnya gunung api.

Kekuatan gempa bumi pun bermacam-macam. Dengan kekuatan besar, gempa bumi dapat berpotensi menyebabkan tsunami atau gelombang laut pasang.

Goncangan akibat gempa bumi dapat meruntuhkan bangunan-bangunan megah sekalipun. Oleh karena itu, bencana ini sudah sangat masyarakat takuti dari dulu.

Karena itu, akhirnya muncul alat pendeteksi gempa bumi yang bernama seismograf. Alat ini pertama kali berkembang di China.

Seismograf adalah sebuah instrumen untuk merekam gelombang seismik yang berasal dari gempa bumi, ledakan, atau fenomena guncangan yang lain.

Zheng Heng, seorang sarjana dari China menciptakan sebuah instrumen yang menjadi asal usul seismograf modern saat ini pada tahun 132 masehi. Alat tersebut berbentuk silinder terbuat dari perunggu.

Bentuk alat tersebut seperti guci dengan ornamen delapan kepala naga dengan bola di dalamnya. Ketika terjadi gempa, bola yang ada di dalam kepala naga tersebut akan bergerak sesuai arah getaran.

Penggunaan kepala naga pada alat tersebut bukan tanpa alasan. Sejak dulu, masyarakat China percaya oleh kekuatan naga yang mengendalikan elemen dunia.

Era Baru Seismograf

Beberapa abad setelah seismograf pertama di China, seorang ilmuwan asal Italia tahun 1855 merancang seismograf baru. Luigi Palmieri membuat seismograf dari beberapa tabung dengan bentuk U.

Kemudian, tabung-tabung tersebut ia isi cairan merkuri serta berorientasi pada banyak titik kompas. Ketika tanah berguncang, maka gerakan merkuri akan membuat kontak listrik yang dapat menghentikan jam dan mulai merekam.

Masalah dasar dalam mengukur gerakan tanah adalah dalam mencapai titik mantap yang tepat. Berbagai jenis bandul atau pendulum digunakan untuk tujuan ini.

Setelah serangkaian gempa bumi yang melanda Skotlandia, akhirnya pada tahun 1840 seismometer dengan bandul terbaik hadir di dekat Comrie buatan Milne.

Seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi, konsep dari seismograf kuno milik Zheng Heng dikembangkan. Dari yang awalnya hanya mampu mendeteksi gempa saat ini mampu mengukur frekuensi getaran.

Pada prinsipnya, seismograf memiliki gantungan pemberat yang terletak pada ujung lancip. Dengan begitu, dapat terlihat kekuatan serta arah getaran gempa.

Perkembangan asal usul seismograf berkembang cepat pada tahun 1880. Kala itu, seorang fisikawan Skotlandia bernama Sir James Alfred Ewing bekerja di Jepang untuk mempelajari gempa bumi.

Pada saat terjadi gempa bumi dahsyat di Yokohama, para ahli mendirikan Seismological Society of Japan. Seismograf tersebut berpedoman kepada seismograf Milne.

Bukan Hanya untuk Deteksi Gempa Bumi

Tidak bisa kita pungkiri bahwa alat seismograf menjadi penemuan yang paling penting di dunia. Dengan alat ini gempa bumi dapat terdeteksi, sehingga masyarakat bisa menyelamatkan diri dan bersiap untuk gempa susulan.

Meski awalnya hanya untuk gempa bumi, namun seismograf juga memiliki kegunaan lain. Seismograf berguna juga untuk eksplorasi minyak bumi dan penyelidikan kerak Bumi bagian bawah.

Bahkan, saat letusan gunung api, seismograf memegang peran yang penting dalam memprediksi aktivitas vulkanik. selain itu, alat ini juga mampu mendeteksi osilasi tanah yang kecil berasal dari gempa bumi.

Itu adalah asal usul seismograf modern sekarang ini. Nantinya, akibat faktor teknologi, mungkin saja seismograf agar berkembang menjadi lebih canggih.