Bintik Matahari Raksasa, Berpotensi Aurora hingga Dampak CME

57
Bintik Matahari Raksasa, Berpotensi Aurora hingga Dampak CME
Ilustrasi Bintik Matahari Raksasa. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Bintik Matahari raksasa beberapa waktu lalu tengah menjadi sorotan. Bintik Matahari tersebut memiliki ukuran yang tidak biasa.

Bahkan, besarnya mencapai tiga kali lipat ukuran Bumi. Fakta lainnya, bintik Matahari tersebut tengah menghadap ke arah planet.

Itu artinya membuat sebuah kemungkinan untuk mengirimkan semburan kelas menengah dalam waktu dekat.

Hal ini dapat menyebabkan medan magnet yang berada di sekitarnya berpotensi meledakkan suar Matahari kelas M mengarah ke Bumi.

Tak hanya itu saja, bintik Matahari itu pun mengalami pertumbuhan yang terbilang cepat. Hanya dalam 24 jam saja, sudah berlipat ganda.

Kenyataannya, Matahari akan menunjukkan aktivitas yang sangat aktif ketika memasuki musim semi tahun ini. Hal tersebut dapat mengirimkan banyak suar kelas M bahkan kelas X atau kelas terkuat.

Ledakan terus akan terjadi ketika aktivitas meningkat dalam siklus bintik Matahari 11 tahun yang berlangsung secara teratur.

Fakta Mengenai Bintik Matahari Raksasa

Bintik Matahari sendiri merupakan bagian dari permukaan Matahari atau fotosfer yang mendapatkan pengaruh dari aktivitas magnetis hebat. Hal ini kemudian akan mengakibatkan terhambatnya konveksi hingga membentuk daerah dengan suhu yang sangat dingin.

Sejatinya, bintik-bintik tersebut dapat kita lihat dari Bumi tanpa harus menggunakan bantuan teleskop. Ketika sebuah bintik Matahari diisolir dari fotosfer, maka sekelilingnya akan terlihat lebih cerah dari loncatan bunga api listrik.

Selain itu, bintik Matahari juga merupakan manifestasi aktivitas magnetis yang hebat. Kemudian, juga merupakan tempat terjadinya lengkung-lengkung korona atau bisa kita sebut sebagai coronal loops.

Bintik Matahari juga tempat berlangsungnya peristiwa pemautan kembali atau reconnection events. Umumnya, lidah semburan Matahari maupun semburan massa korona berasal dari daerah magnetis.

Daerah ini merupakan sekitar kelompok-kelompok Matahari yang terlihat.

Berpotensi Mengeluarkan Aurora

Bintik Matahari raksasa ini memiliki potensi untuk mengeluarkan aurora. Penjelasan tentang fenomena ini pun dapat kita pahami.

Ketika bintik Matahari melontarkan besar plasma yang mengikuti semburan Matahari ke arah Bumi, maka bukan tidak mungkin jika berinteraksi dengan medan magnet Bumi.

Hal tersebut, kemudian akan menciptakan cahaya berwarna warni yang bisa kita lihat di atmosfer. Orang-orang lebih sering menyebutnya sebagai aurora.

Namun, NOAA atau Pusat Prediksi Antariksa Administrasi kelautan dan Atmosfer Nasional tetap melakukan pemantauan secara ketat.

Pemantauan ini dilakukan untuk melihat perkembangan semburan Matahari maupun ledakan yang lainnya. Pihak NOAA sendiri juga belum mengeluarkan peringatan akan terjadinya aurora pada Bumi.

CME pada Bintik Matahari Raksasa

CME merupakan lontaran besar plasma dan juga medan magnet dari korona Matahari. Biasanya, keduanya akan mengikuti semburan Matahari.

Selain itu, mereka juga dapat muncul saat erupsi tonjolan Matahari terjadi. Namun, pada fenomena kali ini, CME tidak memperlihatkan potensi berbahaya.

Melainkan, menghasilkan pemadaman radio dalam waktu yang singkat. Hal ini bisa terjadi dengan munculnya aurora berwarna warni.

Akan tetapi, dalam beberapa kesempatan, CME juga memperlihatkan dampak buruk. Salah satunya, bisa menyebabkan gangguan pada infrastruktur penting.

Seperti halnya saluran listrik hingga satelit. Tak hanya NOAA, NASA pun juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas Matahari setiap waktu.

Menariknya, fenomena ini menjadi kesempatan yang sangat baik. Pasalnya, kita dapat mempelajari lebih detail lagi tentang asal usul dari bintik Matahari.

Tak hanya itu saja, dari bintik Matahari raksasa ini, bisa lebih memahami terkait cuaca luar angkasa oleh Matahari dan faktor terkait lainnya.