Cara menentukan Pereaksi Pembatas dalam Suatu Reaksi Kimia

77
cara menentukan pereaksi pembatas
Ilustrasi cara menentukan pereaksi pembatas. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Cara menentukan pereaksi pembatas dalam reaksi kimia perlu Anda ketahui. Namun cara untuk menentukan pereaksi pembatas mungkin terbilang sulit. Di dalam ilmu kimia, pereaksi pembatas merupakan pereaksi dengan jumlah terbatas serta habis bereaksi lebih dulu.

Penggunaan pereaksi pembatas ini apabila tahu jumlah mol tiap-tiap pereaksi. Jika jumlah mol masing-masing pereaksi diketahui, mesti jumlah mol pereaksi yang habis bereaksi (pereaksi pembatas) itu. Pereaksi pembatas berfungsi sebagai patokan dalam mol zat hasil reaksi.

Cara Menentukan Pereaksi Pembatas, Simak Ulasan Ini Yuk!

Di dalam sebuah reaksi kimia, tidak selalu massa zat reaktan atau zat-zat yang bereaksi seluruhnya habis bereaksi membentuk hasil reaksi. Terkadang, salah satu zat reaktan punya massa yang tersisa lantaran tidak habis bereaksi.

Mengutip dari “Belajar Kimia Secara Menarik untuk SMA/MA Kelas X” yang merupakan hasil karya Das Salirawati dkk. Zat reaktan yang telah habis sebelum zat reaktan yang lain habis dinamakan sebagai pereaksi pembatas. Sebab, membatasi kelangsungan reaksi.

Sehingga, perbandingan mol zat-zat pereaksi yang Anda campurkan tidak selamanya sama dengan rasio koefisien reaksinya. Dengan begitu, bakal terdapat zat pereaksi yang akan habis bereaksi terlebih dulu. Pereaksi seperti itulah yang bernama pereaksi pembatas.

Cara untuk Menentukan Pereaksi Pembatas

Dalam perhitungan kimia, penentuan pereaksi pembatas yaitu dengan cara membagi seluruh mol zat reaktan dengan koefisien tiap-tiap reaktan. Dengan begitu, Anda mendapatkan suatu bilangan, yang mana bilangan hasil dari pembagian yang lebih kecil adalah zat reaktan yang bertindak sebagai pereaksi pembatas. 

Melansir dari “Kimia 1 SMA Kelas X” hasil karya Muchtaridi dan Sandri Justiana, cara menentukan pereaksi pembatas adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Silahkan Anda tulis persamaan reaksi yang sudah disertakan
  2. Selanjutnya tentukan jumlah mol pada tiap-tiap pereaksi
  3. Lalu bagi mol masing-masing pereaksi dengan reaksinya
  4. Nah, hasil bagi mol per koefisien yang terkecil adalah pereaksi pembatas. Sedangkan, hasil bagi mol mol per koefisien yang lain adalah pereaksi yang tersisa.
  5. Selanjutnya carilah mol yang ditanyakan
  6. Cara untuk menentukan pereaksi pembatas berikutnya yaitu ubah mol tersebut menjadi gram/liter/partikel sesuai dengan pertanyaanya.
  7. Pakai mol pereaksi pembatas sebagai patokan guna menghitung jumlah pereaksinya yang habis, jumlah pereaksi yang tersisa serta jumlah zat dari hasil reaksi yang terbentuk.

Sememtara itu, di dalam laman ThoughtCo memaparkan bahwa untuk menentukan pereaksi pembatas dalam kimia perlu beberapa cara, yaitu:

  1. Apabila memakai rasio mol, lebih dulu setarakan persamaan reaksi kimianya. Mol adalah satuan ukuran jumlah zat yang menjadi kesepakatan secara internasional.
  2. Selanjutnya, ubah reaktan ke dalam satuan mol. Hal tersebut berfungsi untuk menyetarakan persamaan reaksi yang hendak Anda lakukan.
  3. Cara menentukan pereaksi pembatas berikutnya yaitu hitunglah rasio mol antara reaktan satu dengan reaktan yang lainnya. Kemudian silahkan membandingkan hasil hitungannya secara seimbang.
  4. Sesudah mendapatkan identifikasi reaktan pembatasnya, hitung selisih atau jumlah dari tiap-tiap reaktan tadi. Hal tersebut penting untuk Anda lakukan sebagai hasil akhir. Sebab bisa menentukan seberapa banyak zat yang habis. Selain itu juga seberapa zat sisa dalam suatu reaksi.

Contoh Soal 

Dalam wadah tertutup, 20 gr metana (Mr = 16) dibakar dengan 64 gr oksigen, menurut reaksi berikut ini:

CH4 (g) + 2 O2 (g) → CO2 (g) + 2 H2O (g)

Coba tentukanlah pereaksi pembatas pada reaksi kimia berikut!

Jawab:

Diketahui jika metana yaitu CH4 serta oksigen O2.

  •   mol metana = 20 gram : 16 gram/mol = 1,25 mol
  •   mol oksigen = 64 gram : 32 gram/mol = 2 mol

Rasio reaksi oksigen : metana yaitu 2 : 1 atau 2 mol : 1 mol (perhatikan rasio angka koefisien di dalam persamaan reaksinya). Sehingga, metana dalam reaksi ini berlebih. 

Sedangkan, oksigen habis pada reaksi ini. Jadi, oksigen disebut pereaksi pembatas. 

Pada intinya, cara menentukan pereaksi pembatas ini yaitu Anda mesti menyetarakan persamaan reaksinya lebih dulu. Nah, baru sesudah itu, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikutnya secara bertahap.