Tanda Perubahan Iklim Salah Satunya Es Greenland Mencair

354
Tanda Perubahan Iklim Salah Satunya Es Greenland Mencair
Ilustrasi tanda perubahan iklim. Foto: Ist/Net

Texno.ID –  Tanda perubahan iklim saat ini semakin terlihat. Pemanasan global inilah menjadikan perubahan iklim banyak terjadi. Bahkan dengan terjadinya berbagai fenomena yang tidak biasa.

Perubahan iklim merupakan perubahan pola dan intensitas unsur iklim. Perubahan tersebut dalam periode waktu yang cukup lama. Bentuk perubahannya berkaitan dengan perubahan kebiasaan cuaca.

Memang pemanasan global yang menjadikan penyebab utamanya perubahan iklim. Saat ini perlu adanya kesadaran bahwa kondisi Bumi sedang memburuk.

Inilah Beberapa Tanda Perubahan Iklim

Untuk membantu menyadarkan mengenai kondisi Bumi saat ini. Perlunya mengetahui beberapa hal yang menyebabkan perubahan iklim berikut ini.

Mencairnya Salju

Mencairnya salju pada musim dingin sebagai salah satu gejala akibat perubahan iklim. Adanya gelombang panas yang melelehkan salju di Semenanjung Timur Laut benua Antartika. Menurut Earth Observatory NASA, 4 inci atau sekitar 20% lapisan saljunya mencair. Persentase tersebut dari total akumulasi salju musiman pada pulau tersebut.

Titik Panas Metana

Melansir dari nasa.gov, pesawat NASA mendeteksi adanya jutaan titik panas metana. Tepatnya pada wilayah Arktik atau wilayah di sekitar Kutub Utara. Kutub Utara sebagai salah satu tempat pemanasan tercepat di planet ini.

Seiring dengan kenaikan suhunya, lapisan tanah yang membeku abadi yang menyebutnya permafrost. Mulai mencair, melepaskan metana serta gas rumah kaca lainnya ke atmosfer. Emisi metana tersebut yang mempercepat terjadinya pemanasan pada masa depan.

Es Greenland Mencair

Tanda perubahan iklim menurut para peneliti yang sudah memperingatkan. Apabila lapisan es Greenland sedang meluncur menuju titik kritisnya. Sebagian besar dapat mencair bahkan tanpa mengalami peningkatan lebih lanjut ke suhu global.

Pada bulan Juli, lapisan es mengalami peristiwa pencairan secara besar-besaran. Bahkan  kehilangan 9,37 miliar ton (8,5 miliar metrik ton) es dari permukaannya per hari. Hal itu yang artinya dua kali lipat dari rata-rata kehilangan selama musim panas.

Menurut perkiraan NSIDC, apabila semua es Greenland mencair. Sehingga permukaan laut global pada seluruh dunia mengalami kenaikan sekitar 20 kaki (6 m).

Antisiklon

Para ilmuwan menghubungkan mengenai penyebab curah hujan dengan peristiwa atmosfer. Hal itu yang menyebutnya dengan peristiwa antisiklon. Antisiklon merupakan daerah yang memiliki tekanan tinggi, menyebabkan udara tenggelam, serta memanas saat jatuh.

Kondisi antisiklon tersebut memungkinkan cuaca panas bertahan di satu tempat. Bahkan terjadinya untuk waktu yang cukup lama. Sehingga akan dapat menciptakan gelombang panas.

Suhu Bumi Meningkat

Tanda perubahan iklim menunjukkan apabila suhu bumi tambah menghangat 1,1 derajat Celcius. Bencana mematikan secara terus-menerus terjadi karena cuaca. Bahkan belum pernah terjadi sebelumnya.

Kini semakin diperparah dengan adanya perubahan iklim yang melanda dunia. Mulai dengan terjadinya gelombang panas yang mencairkan aspal di Kanada. Badai hujan menjadikan kondisi jalan kota di Tiongkok dan Jerman seperti sungai.

Bahkan kebakaran hutan yang pernah terjadi di Yunani dan California. Selain itu tingkat kehilangan hutan tahunan Amazon Brasil mengalami peningkatan. Namun pada tahun 2020 mencapai tingkat tertinggi dalam 12 tahun dengan 1,11 juta hektar deforestasi.

Konsentrasi Karbon Dioksida Tertinggi

Pada April 2021, konsentrasi karbon dioksida sebanyak 416 bagian per juta. Hal ini tentunya menjadikan konsentrasi rata-rata global bulanan tertinggi yang pernah tercatat.

Pengasaman Laut

Pengasaman laut yang mencapai rekor sepanjang masa. Hal itu yang bersamaan dengan meningkatnya suhu panas. Tentunya juga akan mengancam terumbu karang.

Padahal kini menjadi sandaran lebih dari setengah miliar orang.  Untuk memenuhi  kebutuhan makanan, pariwisata, dan perlindungan gelombang badai.

Tanda perubahan iklim yang banyak melanda seluruh dunia. Pemanasan global yang menjadikan penyebab utamanya perubahan iklim.