Pengertian Tata Surya Beserta Teori yang Menyertainya

0
185
Pengertian Tata Surya Beserta Beberapa Teori Tata Surya
Ilustrasi sistem tata surya. Foto: Ist/Net

Texno.ID – Pengertian tata surya umumnya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri dari adanya bintang dengan sebutan matahari.

Semua objeknya telah terikat oleh gaya gravitasi. Objek-objek dalam tata surya termasuk dengan delapan buah planet yang memiliki orbit berbentuk elips.

Selain itu, ada lima planet kerdil atau katai. 173 satelit alami yang telah diidentifikasi serta jutaan benda langit. Seperti halnya meteor, asteroid, komet, dan yang lainnya. Pada sistem tata surya terdiri atas matahari, empat planet bagian dalam, empat planet bagian luar, dan sabuk asteroid.

Pada bagian terluar tata surya terdapat sabuk kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort yang rupanya terletak pada daerah terjauh dengan berjarak sekitar seribu kali pada luar bagian yang terluarnya.

Planet yang Termasuk dalam Pengertian Tata Surya

Susunan mengenai planet-planet, berdasarkan jaraknya dari matahari. Beberapa planet tata surya seperti halnya Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), dan Bumi (150 juta km).

Selain itu, planet Mars (228 juta km), Jupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), serta Uranus (2.880 juta km). Terakhir planet Neptunus yang jauhnya (4.500 juta km).

Beberapa planet yang termasuk terdalam, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet tersebut merupakan planet kebumian yang terdiri atas logam dan batuan. Sementara itu, pada planet terluar yang merupakan  planet raksasa dan tentunya lebih besar dari planet kebumian.

Dua planet terbesar dalam pengertian tata surya yaitu Jupiter dan Saturnus. Planet tersebut adalah planet gas raksasa yang sebagian besar terdiri atas helium dan hidrogen. Selain itu, dua planet lainnya, Uranus dan Neptunus.

Objek Angkasa

Sejak pertengahan tahun 2008, terdapat lima objek angkasa yang masuk klasifikasi sebagai planet katai. Pada orbit planet-planet katai, namun terkecuali Ceres, yang berada lebih jauh dari planet Neptunus.

Kelima planet katai adalah Ceres dengan jarak jauhnya  415 juta km dan Pluto 5.906 juta km. Selain itu, Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), serta Eris (10.100 juta km).

Masing-masing pada planet bagian luar terdapat cincin planet yang mengelilinginya. Hal itu yang terdiri atas debu dan partikel lainnya.

Beberapa Teori Tata Surya

Hingga saat ini, belum ada secara pasti dalam menggambarkan proses terbentuknya tata surya. Setidaknya sudah ada 6 hipotesis mengenai pengertian tata surya oleh para ahli :

Hipotesis Nebula

Hipotesis nebula oleh Emanuel Swedenborg (1688–1772) tahun 1734 yang mengemukakan pertama kali. Setelah itu, disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724–1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa oleh Pierre Marquis de Laplace juga mengembangkannya secara independen tahun 1796.

Hipotesis tersebut banyak yang mengenal dengan hipotesis nebula kant-laplace. Pada tahap awal menyebutkan bahwa tata surya yang menyerupai kabut raksasa.

Kabut tersebut terbentuk dari debu, es, dan gas. Lalu dengan sebutan lain nebula. Selain itu, ada unsur gas yang sebagian besar hidrogen.

Hipotesis Planetisimal

Hipotesis planetesimal oleh Thomas C. Chamberlin yang mengemukakan pertama kali dan Forest R. Moulton tahun 1900. Teori hipotesis planetesimal menyatakan tata surya berasal dari reaksi yang terjadi pada matahari dan bintang-bintang lain.

Kedekatan jarak matahari dengan bintang yang lain menyebabkan timbulnya tonjolan-tonjolan. Selain itu, benda-benda padat  yang mengitari sekitar matahari. Tonjolan dan benda-benda padat ini diperkirakan berubah menjadi 8 planet dalam pengertian tata surya.

Hipotesis Pasang Surut Bintang

Hipotesis pasang surut bintang oleh James Jeans yang mengemukakan pertama kali tahun 1917. Planet yang terbentuk akibat mendekatnya bintang lain ke arah matahari dan menimbulkan tabrakan. Tabrakan ini menghasilkan serpihan yang akan terkondensasi menjadi planet-planet yang ada di tata surya.

Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi oleh astronom Belanda bernama G.P. Kuiper yang mengemukakan pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk atas bola kabut raksasa. Pada pengertian tata surya, dalam kabut tersebut berputar serta membentuk cakram raksasa.

Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis bintang kembar oleh Fred Hoyle (1915–2001) yang mengemukakan pada tahun 1956. Ia mengemukakan bahwa tata surya, berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya serta berdekatan.

Salah satunya meledak, lalu meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu nantinya terperangkap oleh gravitasi bintang yang mulai mengelilinginya dan tidak meledak.

Hipotesis Protoplanet

Carl Van Weizsaecker, G.P. Quipper dan Subrahmanyan Chandarasekar yang mengemukakan teori ini. Menurut teori protoplanet, sekitar matahari terdapat kabut gas dengan bentuk gumpalan-gumpalan.

Selain itu yang secara evolusi berangsur-angsur menjadi gumpalan padat. Gumpalan kabut gas tersebut dikenal dengan sebutan protoplanet. Demikian mengenai pengertian tata surya beserta beberapa teori yang melandasinya.